Salah satunya dengan menjemput bola kepada pihak yang bersedia bekerjasama menjadi sukarelawan donor darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau angkatan (TNI) ya sudah struktur ya, kalau pegawai kantor libur. Sementara itu dulu karena situasi yang tidak memungkinkan," katanya.
Linda mengakui adai penurunan jumlah pendonor darah usai diberlakukannya kebijakan social distancing. Oleh karena itu, langkah jemput bola ke institusi masih menjadi pilihan paling cepat untuk mengatasi ketersediaan setok darah itu.
Pasalnya masih banyak kebutuhan darah pasien rutin seperti penderita kelainan darah thalasemia dan hemofilia, orang dengan kelainan ginjal, pasien emergency dan utamanya pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) yang juga marak memakan korban di Indonesia.
"Darah itu tidak ada pabriknya kecuali kita sendiri," kata dia.
Petugas menunjukan stok trombosit di Laboratorium Unit Transfusi Darah (UTD) PMI DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Komunitas Blood For Life merupakan wadah yang memfasilitasi informasi untuk mencarikan pendonor sukarela, lalu menjembatani secara langsung kepada pihak yang membutuhkan darah.
"Terjadi peningkatan dua kali lipat dari biasanya, imbauan stay at home dan ditiadakannya event donor darah (selain di PMI) berpengaruh signifikan terhadap penurunan jumlah pendonor," kata dia.
Yudhinia memberikan rincian kenaikan permintaan dari Pekan ke 10 tahun 2020. Terdapat sejumlah 77 permintaan lalu meroket menjadi 128 permintaan pada Kamis (26/3).
[Gambas:Video CNN]
Jaminan Keamanan Darah
Di satu sisi, Linda menegaskan agar publik tak takut untuk menggunakan darah donor yang disimpan PMI terkait pandemi corona. Ia menegaskan PMI telah menerapkan protokol kesehatan yang memenuhi standar sehingga publik tak perlu merasa cemas saat memutuskan untuk mendonorkan darahnya.
Seperti pengecekan kondisi calon pendonor, suhu di atas 37.5 derajat tidak diperbolehkan, self assessment yang lebih detail, dan jika terdapat seseorang dari daerah terpapar dan baru pulang dari luar negeri selama rentang waktu masa inkubasi virus yakni 14 hari tidak diijinkan mendonor.
"Sampai saat ini melalui WHO kita ada surat edarannya, belum ada ditemukan penularan lewat darah, karena dia [covid-19] adalah masuk ke dalam alveoli paru-paru," kata Linda.
Oleh karena itu, Linda pun mengimbau kepada masyarakat untuk sukarela menjadi pendonor. Selain dari nilai sisi kemanusiaan, ia juga menuturkan jika donor darah merupakan kegiatan yang menyehatkan.
Petugas menunjukan stok trombosit di Laboratorium Unit Transfusi Darah (UTD) PMI DKI Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)