Ganjar Bantah Kota Tegal Local Lockdown: Hanya Alun-alun Saja

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 22:40 WIB
Ganjar Bantah Kota Tegal Local Lockdown: Hanya Alun-alun Saja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (CNN Indonesia/Damar).
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membantah Pemerintah Kota Tegal memberlakukan local lockdown atau penguncian wilayah terkait pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19). Dia menyebut wilayah yang dikunci hanya bagian Alun-alun Kota Tegal, bukan keseluruhan wilayah kota.

Ia mengaku mendapatkan informasi Alun-alun Kota Tegal dikunci tersebut diperoleh langsung dari Wakil Wali Kota Tegal, Muhammad Jumadi.

"Saya konfirmasi kepada Wakil Wali Kota pada saat dikatakan ini lockdown, gitu, terus saya tanya, 'emang bener lockdown, ya,' saya tanya gitu," kata Ganjar sebagaimana dialog bersama CNN Indonesia TV, Kamis (26/3) malam.


"'Enggak, pak. Alun-alunnya saja.' Jadi, lockdown alun-alun judulnya," lanjut dia.


Sebagaimana diberitakan sejumlah media, Wali Kota Tegal Dede Yon Supriyono mengambil kebijakan local lockdown dengan menutup akses keluar-masuk selama empat bulan ke depan terhitung sejak 30 Maret 2020.

Mengenai itu, Ganjar berpendapat Dedy merupakan pejabat yang komunikatif. Kata dia, kebijakan lockdown Pemkot Tegal belum disampaikan kepadanya.

"Saya belum mendapatkan itu, karena pak Wali Kotanya Pak Dedi ini sangat komunikatif. Biasanya dia melaporkan dulu, bahwa dia menutup tempat hiburan malam, iya," tutur Ganjar.

[Gambas:Video CNN]
Ia lantas menjelaskan informasi terakhir yang diperolehnya adalah mengenai kegiatan pengajian besar di Tegal. Pemkot Tegal, tutur Ganjar, berencana menunda acara tersebut.


Namun, ia menyarankan agar pengajian tetap dilaksanakan tetapi dengan metode tatap muka secara daring demi mencegah penyebaran virus corona.

"Dan, malam ini kalau tidak salah jam 8 dimulai, tapi istighosahnya streaming. Semua nonton dari rumah masing-masing," pungkas dia.

"Jadi, sebenarnya ada banyak cara yang hari ini kita dorong dan teknologi menjadi jembatan yang bisa mencoba menyelesaikan. Meskipun, tentu, tidak semudah yang kita bicarakan," ujarnya lebih lanjut. (ryn/osc)