Bekasi Siapkan Tiga Opsi Lokasi Khusus Isolasi Pasien Corona

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 20:52 WIB
Wali Kota Bekasi mengatakan tiga opsi lokasi isolasi dipersiapkan jika fasilitas di RS rujukan dan rumah sakit lain tak bisa lagi menampung pasien corona. Foto udara Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan opsi lokasi-lokasi isolasi pasien virus corona (Covid-19) sebagai antisipasi terjadinya lonjakan pasien positif di wilayah itu menyusul tes cepat (rapid test) corona melalui metode dari pintu ke pintu.

"Skenario kita sekarang menyiapkan tiga tempat khusus untuk mengisolasi jika terjadi lonjakan warga yang positif corona," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Kamis (26/3) seperti dilansir Antara.

Tiga tempat yang disiapkan menjadi tempat isolasi itu adalah Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Islamic Center, dan Stadion Patriot Candrabhaga.


Tiga lokasi itu direncanakan menjadi tempat isolasi apabila sembilan rumah sakit rujukan di Kota Bekasi tidak dapat menampung pasien.

"Di RSUD kita sediakan 3 lantai khusus sebanyak 50 tempat tidur, ditambah sarana di 8 RS Swasta, RS Tipe D Pemkot Bekasi untuk menampung warga yang positif," katanya.

Sejauh ini langkah antisipasi lonjakan pasien itu telah diterapkan pemerintah daerah seperti menyiapkan sejumlah tempat tidur serta peralatan medis di tiap ruang Stadion Patriot dan Posko Covid-19 di Kota Bekasi yang akan terpusat di fasilitas olahraga tersebut.

Dilansir dari laman Kota Bekasi Tanggap Covid-19, hingga Rabu 25 Maret pukul 17.25 WIB orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 tercatat sebanyak 179 orang dengan rincian 134 orang proses pemantauan dan 45 selesai pemantauan.

Pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 87 orang di mana 74 orang di antaranya masih dirawat, dan 13 orang dinyatakan sehat serta udah pulang.

Sedangkan kasus terkonfirmasi Covid -19 masih sebanyak 15 orang yang dinyatakan positif dan semuanya masih dalam perawatan.

"Hingga saat ini belum ada penambahan orang yang positif," ujar Rahmat.

Sehari sebelumnya Pemkot Bekasi juga telah melakukan tes cepat secara massal kepada ratusan tenaga medis dan tim analis di Stadion Patriot Candrabhaga sekaligus ajang simulasi dan pelatihan tes cepat dari pintu ke pintu yang dilakukan hari ini.

Namun, praktik rapid test untuk tenaga medis itu tidak sepenuhnya disambut baik peserta simulasi. Salah seorang dokter berinisial W yang juga peserta tes mengaku kecewa, karena tidak menyangka akan dikumpulkan secara massal di satu tempat dan bukan menggunakan metode 'drive thru' seperti yang dijanjikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebelumnya.

"Kita bingung, alurnya tidak jelas karena info dari Pak Gubernur itu drive thru tapi ternyata tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Ini sangat riskan, bukan menyembuhkan tapi justru berpotensi menularkan," ujar W.

[Gambas:Video CNN]
Apalagi kehadiran salah satu anggota dewan yang diketahui datang ke Musyawarah Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Musda Hipmi) Jawa Barat di Swiss Belhotel Kabupaten Karawang pada 8 hingga 10 Maret 2020.

"Ada anggota dewan yang juga ikut hadir di Musda HIPMI. Yang kita tahu kan kegiatan itu menghasilkan klaster baru penyebaran virus corona di mana Bupati Karawang dan sejumlah tokoh lainnya yang hadir saat ini terkonfirmasi positif," kata W.

(Antara/kid)