Distribusi APD ke Daerah, Papua & Papua Barat Jadi Prioritas

CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2020 13:19 WIB
Distribusi APD ke Daerah, Papua & Papua Barat Jadi Prioritas Ilustrasi kedatangan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk menghadapi virus corona di Indonesia. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Daerah dengan keterbatasan akses transportasi serta wilayah perbatasan menjadi prioritas pengiriman alat pelindung diri (APD) menghadapi virus corona oleh personel TNI.

Perwira Pembantu Utama (Paban) IV Operasi Dalam Negeri Staf Operasi TNI, Kolonel Infanteri Aditya Nindra Pasha mengatakan wilayah prioritas termasuk daerah Papua dan Papua Barat.

"Kemudian ke wilayah-wilayah perbatasan," kata Aditya saat melakukan Konferensi Pers di Gedung Graha BNPB dan disiarkan secara langsung, Jumat (27/3).


Menurutnya, dengan skema prioritas ini, maka pendistribusian ke wilayah rawan tersebut dipercepat, dengan kemudian pihak TNI turun langsung melakukan pendistribusian.
Seperti diketahui, dari total 170 ribu APD yang dibeli langsung oleh Gugus Tugas Covid-19 Nasional, sebanyak 151 ribu APD telah disalurkan ke beberapa provinsi sejak 23 Maret lalu.

Untuk pendistribusian per 23 Maret meliputi wilayah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Bogor, Banten, Jawa tengah, DI Yogyakarta, Jawa timur, Bali, NTB dan NTT.

Sementara untuk pendistribusian per 24 Maret meliputi wilayah Sumatra Utara, Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan. Untuk pendistribusian per tanggal 25 Maret yakni Sumatra Utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Papua, Merauke, dan Papua Barat.

[Gambas:Video CNN]

Untuk pendistribusian per tanggal 26 Maret yakni Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku Utara dan Maluku.

Sementara untuk daerah yang sudah dialokasikan untuk mendapat APD ini yakni Provinsi Riau, Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu, Provinsi Sumatra Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

"Ini sudah dialokasikan tetapi mungkin belum sempat terdistribusi atau mungkin diambil tetapi kita sudah alokasikan," kata dia.

Dia juga menjelaskan, skema pendistribusian kedua yakni proses di gugus tugas daerah masing-masing provinsi. Dari wilayah ini para gugus tugas akan menghubungi dan mendata rumah sakit mana saja yang membutuhkan APD.

"RS datang langsung untuk mengambil alat pelindung diri tersebut dibantu oleh beberapa alat angkut yang disiapkan oleh TNI," kata dia.

Dia pun menganjurkam kepada tenaga medis yang memang membutuhkan APD agar segera menghubungi gugas tugas di daerah masing-masing agar bisa mendapat APD yang dibutuhkan. (tst/ain)