Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan tes masif bertujuan untuk memetakan persebaran dan memutus mata rantai penyebaran virus corona. Namun tes ini bersifat terbatas karena terdapat prioritas yang sudah ditetapkan dan sejumlah persyaratan.
Emil menjelaskan sebelum mendaftar lewat aplikasi tersebut, masyarakat umum harus melakukan periksa mandiri. Hal itu bertujuan agar masyarakat yang mengikuti tes masif benar-benar diketahui memiliki potensi besar terpapar virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiaji menyebut pihaknya hanya akan memprioritaskan warga yang memiliki gejala Covid-19, pergi ke wilayah terpapar Covid-19 dan kontak langsung dengan pasien positif Covid-19, serta pergi ke empat transmisi lokal virus corona di Jabar.
"Dalam form pendaftaran, ditanyakan beberapa riwayat, apakah pernah masuk ke klaster yang empat klaster yang disebut Pak Gubernur atau tidak," kata Setiaji.
Pertama kategori A, yakni masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi seperti orang dalam pemantauan (ODP) yang baru tiba dari luar negeri, pasien dalam pengawasan (PDP) dan keluarga, tetangga, dan teman, serta petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani Covid-19.
Kedua kategori B yaitu masyarakat dengan profesi yang interaksi sosialnya atau rawan tertular. Ketiga kategori C adalah masyarakat luas yang memiliki gejala sakit yang diduga penyakit Covid-19.
"Di situ ada lampiran, diharapkan masyarakat untuk cek mandiri dulu, tidak langsung daftar. Di aplikasi Pikobar ada fitur periksa mandiri dulu. Nanti hasilnya itu di-upload di form pendaftaran," ujarnya.
Menurut Setiaji, akan ada proses verifikasi dan validasi dari Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten dan Dinas Kesehatan Provinsi Jabar berdasarkan form pendaftaran, sebelum mendapat undangan melakukan tes masif Covid-19.
[Gambas:Video CNN]
Jika pendaftar sudah terverifikasi, Pikobar akan mengirim QR Code dan undangan berupa pesan singkat untuk menentukan lokasi dan jadwal tes.
"Itu kami lakukan untuk menghindari antrean atau kerumunan. Kemudian, pendaftar mesti bawa nomor pendaftaran beserta QR Code dan nanti di-scan oleh petugas. Tes menggunakan pola drive-thru. Peserta tes menjalani pemeriksaan cepat tanpa harus turun dari kendaraannya," katanya. (hyg/fra)