Ridwan Kamil Klarifikasi Isu Bandung Lockdown di Video Viral

CNN Indonesia | Minggu, 29/03/2020 16:51 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan maksud dari eksperimen sosial soal Bandung bakal lockdown semata untuk mengingatkan warga tentang ancaman wabah corona. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan maksud dari eksperimen sosial soal Bandung bakal lockdown semata untuk mengingatkan warga tentang ancaman wabah corona. Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Bandung, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengonfirmasi video yang tersebar di media sosial dan grup percakapan sejak Sabtu (28/3) kemarin. Emil, sapaannya, membenarkan bahwa dia mengucapkan akan dilakukan lockdown pencegahan wabah virus corona dengan harapan masyarakat bisa lebih bersiap.


"Ya, saya sengaja inspeksi kemudian melihat warga itu. Enggak ada terlalu mengikuti arahan kerja di rumah, social distancing, sehingga saya lakukan simulasi mengingatkan mau lockdown," kata Emil dalam pesan suara yang disampaikan Humas Jabar, Minggu (29/3).

Meski demikian, apa yang diharapkan Emil setelah melakukan eksperimen sosial terhadap salah seorang warga tak sesuai harapannya. Dia berharap tadinya warga merespons dengan sikap antisipatif jika benar-benar terjadi karantina kewilayahan.

"Saya lihat bagaimana reaksinya sama ternyata (warga) dingin-dingin saja," ucapnya.


Emil mengaku tidak akan lelah untuk mengingatkan warga untuk melakukan social distancing dan physical distancing untuk menekan penyebaran pandemi virus corona ini.

"Jadi masyarakat kita ini perlu dicari formula-formula yang kreatif untuk mengingatkan agar mereka tinggal di rumah, untuk mengurangi persebaran virus dengan tanda kutip 'saya takut-takuti' saja ternyata reaksinya biasa-biasa aja. Jadi itu sekadar mengetes kepada mereka," ujarnya.





Emil mengatakan akan melakukan tindakan yang lebih tegas agar warga menjalankan imbauan pemerintah terkait virus corona.

"Jadi mudah-mudahan kita bisa lakukan tindakan yang lebih kuat lagi dan mereka bisa paham bahwa kedisiplinan dan mengikuti arahan pemerintah itu penting untuk memutus persebaran virus," katanya.

Emil juga mengatakan, jika dilakukan lockdown maka warga sebaiknya bersiap sehingga tidak ada kejadian yang berpotensi terjadinya gesekan antara aparat keamanan dengan warga. Seperti kasus di India.

"Nanti kalau memang ada kejadian lockdown, mereka harus taat sehingga kita tidak perlu seperti di India, polisinya mukul-mukulin warganya atau di Jerman didenda sampai Rp6 juta," tuturnya.

Video Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Bandung akan di-lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) tersebar di media sosial, Minggu (29/3/2020).

Video berdurasi 29 detik itu tersebar di sejumlah WhatsApp group. Video itu berisikan perbincangan singkat Ridwan Kamil dan warga yang membahas Bandung akan lockdown.

"Nuju mantau, Pak? (sedang memantau, pak?)," tutur warga dalam video berdurasi 29 detik itu.

"Inspeksi Kang, Bandung siap-siap lockdown," jawab Emil kepada warga. Emil kemudian memantau suasana di sekitarnya.

[Gambas:Video CNN]



Warga yang bicara pada Emil kemudian menjawab spontan. "Ngadukung saya mah, Pak. (Mendukung saya, Pak)," ucap warga.

Emil akhirnya memberikan pemahaman terkait lockdown. Dia menyebut lockdown atau karantina wilayah merupakan langkah yang berat tapi menjadi salah satu opsi yang bisa diambil untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut.

"Lockdown teh ripuh, lamun teu lockdown jiga kieu weh panjang. (Lockdown itu merepotkan. Kalau tidak lockdown akan seperti ini, panjang urusannya," katanya.

(hyg/gil)