"Di luar dugaan untuk tes di Kota Sukabumi. Terjadi hasil tes yang paling besar dari seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat," ujar Ridwa Kamil dalam konferensi pers di Bandung, Senin (30/3).
Ridwan Kamil atau Emil tak merinci seberapa banyak kasus baru yang ditemukan di Kota Sukabumi berdasarkan rapid test. Dia hanya meminta agar Wali Kota Sukabumi melakukan tes tahap kedua berupa tes swab kepada mereka yang dinyatakan positif corona lewat rapid test.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data dari situs resmi Jabar untuk penanganan Covid-19, pikobar.jabarprov.go.id, di Kota Sukabumi terdapat 61 orang dalam pemantauan (ODP) dan 13 pasien dalam pengawasan (PDP). Sementara untuk pasien positif belum ada.
Hasilnya, 300 orang positif terinfeksi virus corona. Emil mengaku belum menyampaikan hasil rapid test kepada pemerintah pusat karena masih ingin melakukan test lanjutan, yakni tes swab dengan menguji air liur dari mulut dan tenggorokan.
"Dari 300-an yang positif akan dites kedua menggunakan tes swab untuk memastikan positif atau bukan. Datanya (positif rapid test) belum bisa kita laporkan ke pemerintah pusat," katanya.