Banjir di Kabupaten Bandung Tewaskan Satu Warga

CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2020 14:30 WIB
Hujan deras yang mengguyuru Bandung dan sekitarnya membuat Sungai Citarum meluap dan menggenangi kawasan permukiman. 12 ribu KK terdampaik banjir ini Banjir di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung Januari lalu. Luapan Sungai Citarum kerap menggenangi kawasan permukiman. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Bandung, CNN Indonesia -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan sekitarnya mengakibatkan Sungai Citarum meluap dan menggenangi permukiman. Sedikitnya 12.457 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan satu orang warga meninggal dunia.

Satu orang dilaporkan meninggal dunia saat banjir terjadi. Korban atas nama Udin (70). Ia meninggal setelah sempat terpeleset ketika hendak mengungsi.

Petugas Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Iyus Setiawan mengatakan, banjir disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota dan Kabupaten Bandung.


"Akibatnya Sungai Citarum dan anak sungainya meluap," kata Iyus di Bandung, Selasa (31/3).

Pusdalops BPBD Kabupaten Bandung mencatat, terdapat enam kecamatan yang terendam banjir hingga Selasa (31/3). Kecamatan itu antara lain Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Baleendah, Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Banjaran, Kecamatan Ciparay, dan Kecamatan Solokanjeruk.

Total ada 12.457 KK terdampak banjir tersebut. Dengan rincian 5.688 KK di Kecamatan Dayeuhkolot,  Kecamatan Baleendah (5.515), Kecamatan Bojongsoang (965), Kecamatan Banjaran (59), dan Kecamatan Ciparay (230).

Selain permukiman warga dan fasilitas umum, banjir di beberapa kecamatan juga mengakibatkan akses jalan raya putus karena terendam air sehingga tak dapat dilintas kendaraan baik motor maupun mobil.

[Gambas:Video CNN]

Pantauan terkini air masih merendam sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Baleendah, tepatnya Kelurahan Andir dan Baleendah, tinggi muka air di kawasan ini mencapai 2,5 meter.

Sementara banjir yang melanda tiga desa Kecamatan Dayeuhkolot, yaitu Desa Dayeuhkolot, Citeureup, dan Kelurahan Pasawahan, berkisar antara 10-200 centimeter.

Sedangkan banjir di Kecamatan Solokanjeruk yang melanda Desa Panyadap akibat tanggul Sungai Cisunggalah jebol. Ratusan rumah di wilayah ini terendam banjir.

Untuk penanganan, kaji cepat, dan bantuan penyelematan warga, BPBD Kabupaten Bandung berkoordinasi dengan Kantor Search and Rescue (SAR) atau Basarnas Bandung dan pihak kecamatan.

"BPBD Kabupaten Bandug terus memantau tinggi muka air banjir di beberapa titik tersebut," ujar Iyus.

Selain itu, Iyus menambahkan, BPBD terus mengecek beberapa titik lokasi banjir untuk membuka posko siaga, serta berkoordinasi dengan aparat setempat.
(hyg/sur)