Bob Hasan, pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah 1931 silam memang memiliki darah pengusaha. Ia dilahirkan dari keluarga pedagang tembakau asal Negeri Tirai Bambu China.
Pria yang memiliki nama asli The Kian Seng sendiri dikenal sebagai pengusaha kayu tersohor saat rezim orde baru berkuasa. Kiprah Bob dalam usaha perkayuan Indonesia sendiri dimulai sejak masa orde baru berkuasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun lantas dijuluki sebagai 'Raja Kayu' Indonesia. Tak berhenti sampai di situ, Bob turut mendirikan Asosiasi Panel Kayu Lapis Indonesia (Apkindo) yang beranggotakan 108 perusahaan di bidang perkayuan.
Apkindo diberikan kebebasan oleh Soeharto untuk mengekspor, menebang, memasarkan, dan menetapkan harga kayu Indonesia. Menurut Laporan Majalah Tempo 19 April 1999, Apkindo berhasil mencaplok 70 persen pangsa ekspor Plywood dunia.
Melalui wadah itu pula, Bob menjadikan Apkindo sebagai wadah pencetak uang bagi dirinya sendiri, keluarga Cendana dan militer kala itu. Sukses di sektor perkayuan, Bob juga memiliki berbagai bisnis yang moncer.
[Gambas:Video CNN]
Ia diketahui memiliki bisnis di industri pertambangan, perbankan, asuransi, hingga otomotif yang membuat menjadi orang terkaya di Indonesia. Bahkan, Majalah Forbes Juli 1997 menobatkannya sebagai orang terkaya di dunia disamping Soeharto dan Liem Sio Liong.
Tak hanya moncer di dunia bisnis, karier Bob di dunia politik pun terbilang pesat. Bob permah ditunjuk menduduki posisi Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Pembangunan VII (Maret-Mei 1998) oleh Soeharto kala itu. Bob sendiri menjadi orang pertama keturunan Tionghoa yang pernah menduduki kursi menteri di era Soeharto.
Penunjukan Bob sebagai menteri kala itu mengundang kritik banyak pihak. Hal itu tak lepas dari langkah Soeharto yang memberikan kroni-kroninya jabatan publik dengan praktek nepotisme atau koncoisme.
Tokoh Bob sendiri tak lepas dari kontroversi jeratan kasus hukum. Setelah Soeharto lengser, Bob sempat didenda sebanyak Rp50 Miliar usai terbukti melakukan praktik pembakaran hutan di Sumatera.
Kontroversi tak berhenti sampai di situ. Bob pernah meringkuk di penjara dari 2001-2004 usai didakwa dalam perkara korupsi yang merugikan negara Rp2,4 triliun akibat memalsukan peta pengusahaan hutan.
Lihat juga:Mengenal Kanker Paru yang Diderita Bob Hasan |