Kemenag Tunggu Keputusan Resmi Saudi soal Penyelenggaran Haji

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 08:58 WIB
Kemenag Tunggu Keputusan Resmi Saudi soal Penyelenggaran Haji Ilustrasi calon jemaah haji. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama, Muhajirin Yanis menegaskan pihaknya masih menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Arab Saudi terkait kelanjutan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Hal itu ia sampaikan merespon permintaan otoritas Arab Saudi kepada umat Islam di seluruh dunia untuk menunda sementara rencana Ibadah Haji tahun ini usai terkait wabah virus corona.

"Ya kita harus menunggu keputusan resmi [penyelenggaraan haji dari Saudi]," kata Muhajir kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/4).


Muhajirin menegaskan otoritas Arab Saudi belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait keberlanjutan penyelenggaraan haji tahun ini. Ia menyatakan sampai saat ini Kemenag belum mendapatkan perkembangan terkait keputusan penyelenggaraan haji oleh Saudi.

"Belum ada penyampaian resmi [dari Saudi]," kata dia.


Meski begitu, Kemenag tetap melakukan persiapan penyelenggaraan haji 2020 sampai saat ini. Calon jemaah akan diperkirakan mulai masuk asrama haji pada 25 Juni 2020 dan berangkat ke Tanah Suci pada 26 Juni 2020.

Ia meminta agar calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini untuk selalu menjaga kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah nantinya.

"Jamaah agar terus menjaga kesehatan, ikuti ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," kata dia.

Menteri Agama Fachrul Razi sempat menyatakan pihaknya sudah menyusun dua opsi terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Dua opsi itu adalah para jemaah tetap berangkat dan opsi kedua adalah pembatalan haji oleh otoritas Saudi.


Fachrul menyatakan Kemenag siap mengembalikan dana para calon jemaah bila penyelenggaraan haji tahun ini dibatalkan Saudi.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, permintaan Menteri Haji Arab Saudi Mohammad Benten kepada umat Islam agar menunda sementara melakukan ibadah haji tahun ini tak lepas dari penyebaran virus corona yang sudah menjadi pandemi.

Permintaan ini juga mereka sampaikan setelah sebelumnya Arab Saudi menghentikan penerbitan visa umrah.

"Arab Saudi sebenarnya siap melayani jemaah haji dan umrah. Tetapi dalam keadaan saat ini, ketika kita berbicara tentang virus corona, Kerajaan merasa terpanggil untuk melindungi kesehatan umat Islam dan oleh karena itu kami telah meminta umat Muslim di semua negara untuk menunda rencana menunaikan ibadah haji sampai situasinya jelas," kata Benten seperti dikutip dari AFP, Rabu (1/4). (rzr/osc)