Sebelumnya, Riau mendapat 6.800 unit rapid test kit dari Kementerian Kesehatan akhir pekan lalu. Alat tersebut sudah didistribusikan ke dinas kesehatan di 12 kabupaten/kota. Namun, jumlahnya tidak mencukupi untuk seluruh ODP yang terus bertambah.
"Khusus untuk TKI saja," ujarnya, Rabu (1/4) dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta dinas kesehatan tentang kesiapan rapid test sebanyak 448 orang orang dalam pemantauan di Pekanbaru yang akan dilakukan rapid test serentak hari Kamis," kata dia, di Pekanbaru, Rabu (1/4) dikutip dari Antara.
Ia meminta masyarakat Riau memaklumi jumlah ODP yang besar karena setiap hari TKI datang dari Malaysia. Selain itu, semua warga Riau yang pulang dari perjalanan ke Pulau Jawa juga dikategorikan ODP.
[Gambas:Video CNN]
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau, hingga Rabu (1/4) pagi, jumlah ODP mencapai 16.694 orang, dengan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 115 orang.
"Mudah-mudahan bisa diketahui hasilnya tidak begitu lama, siang sudah tahu berapa positif negatif. Yang positif akan ditindaklanjuti pengobatan di rumah sakit ataupun tempat yang ditentukan sebagai tempat karantina," kata Syamsuar.
Sementara itu, daerah yang sudah melakukan rapid test pada Selasa (31/3) adalah Kabupaten Bengkalis. Hasil tes cepat Covid-19 terhadap 186 TKI yang masuk melalui pelabuhan domestik Bandar Sri Laksama (BSL) dinyatakan negatif.
"Alhamdulillah, 186 ODP yang dilakukan rapid test hasilnya negatif, mereka tetap harus menjalani karantina mandiri dengan menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan physical distancing, " ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Bengkalis Imam Subchi.
"Arus kembalinya WNI dari beberapa negara, terutama yang dari Malaysia ini betul-betul perlu kita cermati karena menyangkut bisa ratusan ribu, bisa jutaan WNI yang akan pulang," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait 'Penanganan Arus Masuk WNI dan Pembatasan Perlintasan WNA' melalui siaran langsung di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/3).
(antara/arh)