Jokowi Akui Ada Keterlambatan Pembangunan RS Galang

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 14:04 WIB
Presiden Jokowi menyebut penyelesaian pembangunan RS Darurat Penanganan Covid-19 di Pulau Galang, melenceng 3-4 hari dari target karena masalah cuaca. Foto: CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyebut ada keterlambatan penyelesaian pembangunan Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19, di Pulau Galang, Kepulauan Riau, akibat faktor cuaca.

"Ini maksimal Senin [seharusnya] sudah bisa dioperasikan. Memang ada keterlambatan 3-4 hari. Karena ada transportasi bahan material yang terkendala karena cuaca," ungkapnya, saat meninjau lokasi, Rabu (1/4).

Ia sebelumnya berangkat dari Jakarta pada pagi tadi dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Jokowi tiba di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, sekitar pukul 12.30 WIB.


Dalam peninjauan rumah sakit itu, ia memakai masker dan helm proyek warna putih sambil menerima penjelasan dari tim proyek.

Saat itu, Jokowi juga didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo.

Pada Rabu (25/3), Basuki sempat menyebut kemajuan pembangunan RS di lahan bekas kamp pengungsi Vietnam ini mencapai 78 persen. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pun menyebut RS siap digunakan pada Senin (30/3) pekan ini.

[Gambas:Video CNN]
Rumah Sakit yang mulai dibangun pada 8 Maret 2020 ini juga sempat ditargetkan rampung pada 28 Maret 2020.

Presiden melanjutkan pembangunan RS ini sebagai bentuk persiapan menghadapi kemungkinan yang lebih buruk dalam wabah Corona.

Pihaknya pun menyiapkan 360 tempat tidur (bed) di RS darurat ini. Selain itu, ada 20 ruang isolasi ICU dan dan 30 ruang non-ICU.

"Semuanya ini memang kita rencanakan dan siapkan. Kita berharap tidak terjadi, tapi paling tidak kita siap," ujar dia.

Ia mencontohkannya dengan Wisma Atlet yang menyediakan 2.400 bed siap. "Tetapi alhamdulillah sampai saat ini baru dipakai 400," timpalnya.

Jika wabah Covid-19 usai, Jokowi berencana memfungsikan RS tersebut sebagai lokasi riset penyakit menular.

"Kalau semuanya selesai, baru kita alihkan untuk penggunaan lain. Rencananya untuk RS penyakit menular dan riset penyakit. Riset dan RS penyakir menular," ujar dia.

Proses pembangunan RS di Pulau Galang, per Jumat (20/3).Proses pembangunan RS di Pulau Galang, per Jumat (20/3). (ANTARA FOTO/M N Kanwa)
Berdasarkan rilis Biro Pers Istana, RS Darurat Pulau Galang ini memiliki tiga zona. Yakni zona A, B, dan C. Zona A ditujukan bagi mess pegawai, perawat, dan dokter dengan jumlah 158 tempat tidur.

Zona B merupakan bangunan isolasi dengan 20 tempat tidur dan bangunan observasi dengan 340 tempat tidur.

Sedangkan zona C masih dalam tahap pengembangan yang akan digunakan untuk ruang ICU dan ruang observasi tambahan.


(psp/arh)