"Saya tahu kabar itu setelah dikabari Pak Erick Thohir [Menteri BUMN]. Saya terkejut sekali mendengarnya karena kita semua tahu sosoknya seperti apa," kata Gatot melalui sambungan telepon.
Gatot belum mengetahui mantan Ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) itu dirawat di rumah sakit mana. Dia hanya mengonfirmasi bahwa mantan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia itu kini tengah menjalani perawatan dengan menggunakan ventilator.
"Iya pakai ventilator. Semoga itu hanya untuk pengamanan semata. Kita doakan semoga beliau diberi kesembuhan dan terhindar dari kondisi yang memburuk," sebut Gatot.
Satlak Prima merupakan program pembinaan atlet elite Indonesia di masa depan. Karena investasinya dinilai besar, program tersebut sepenuhnya dipegang pemerintah dengan pengawasan yang dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Pembubaran Satlak Prima membuat tanggung jawab pembinaan atlet dipegang langsung induk cabang olahraga. Hal itu yang kemudian diyakini bisa memperpendek jalur birokrasi.
"Sejak Satlak Prima dibubarkan pada 20 Oktober 2017, tidak ada kabar lagi tentang beliau. Kami tidak ada komunikasi lagi, meski hubungan kami baik-baik saja," ujar Gatot.
(gil/ttf/gil)