"Mudah mudahan pada ndak pulang. Namun kalau Pak Jokowi tidak melarang mudik kan jadi mumet aku (pusing saya). Harus lebih tegas lah," kata Rudy saat meninjau Dalem Joyokusuman yang bakal menjadi lokasi karantina warga Solo berstatus orang dalam pemantauan (ODP), Sabtu (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rudy menilai kebijakan Pemerintah Pusat itu tidak cukup. Ia meminta Pemerintah Pusat tegas melarang masyarakat mudik selama wabah Covid-19 masih berlangsung.
Rudy juga menilai kebijakan lintas kementerian seharusnya bisa lebih bersinergi. Ia mencontohkan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dapat memberi insentif bagi karyawan yang tidak mudik.
"Pak Menko kan sudah menyampaikan perusahaan wajib memberi THR. Sekalian saja disambungkan, yang diberi THR yang tidak mudik. Yang nekat mudik tidak dapat THR. Pasti enggak jadi mudik semua," katanya.
Pemkot Solo bakal mengantisipasi gelombang mudik. Pemkot berencana mendata pendatang dari daerah terjangkit.
"Itu untuk yang nekat. Kalau nggak mau karantina mandiri terpaksa kita bawa ke Graha Wisata Niaga," katanya. (ocd/wis)