Pasar di Surabaya Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19

CNN Indonesia | Minggu, 05/04/2020 12:52 WIB
Dua pasar di Surabaya ditutup sementara karena menjadi klaster baru penyebaran virus corona. Penelusuran klaster virus corona di Surabaya. (Dok. PD Pasar Surya)
Surabaya, CNN Indonesia -- Ketua Rumpun Tracing (penelusuran) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr. Kohar Hari Santoso, mengatakan ada klaster penularan virus corona baru di Surabaya yang berpusat di pasar.

Kohar mengatakan, sebelumnya telah ada Klaster Asrama Haji. Seluruhnya berada di Kota Surabaya.

"Jadi benar kami sedang melakukan tracing dan ada klaster dari pasar. Memang kami terus mengembangkan tracing tentang klaster-klaster ini," kata Kohar, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (4/4).


Di Surabaya, kata Kohar ada beberapa lokasi baru yang menjadi episentrum penularan baru Covid-19. Dan hal itu terletak di beberapa pasar.


"Termasuk klaster yang ada di Surabaya. Ada beberapa episentrum termasuk keberadaan di pasar tersebut," ujarnya.

Kohar meminta masyarakat bekerja sama agar tindakan pelacakan dan penanganan Covid-19 dapat segera tuntas.

"Mohon masyarakat membantu menyampaikan data lebih terbuka. Dalam aturan hukumnya dalam situasi seperti ini masyarakat harus betul-betul bisa memberikan konfirmasi," ujarnya.

Dua Pasar Ditutup

Sebelumnya salah satu pusat grosir terbesar di Kota Surabaya, Pasar Kapasan, terpaksa harus ditutup hingga dua pekan ke depan. Hal itu lantaran salah satu orang yang beraktivitas di pasar positif virus corona (Covid-19).

Humas PD Pasar Surya, Surabaya, Zaini menyebutkan penutupan tersebut akan resmi dilakukan pada hari ini, Minggu (5/4). Sekitar 2000 pedagang pun di pasar tersebut terancam tak bisa berjualan.

"Mulai besok [Minggu] Pasar Kapasan ditutup sampai dua pekan ke depan," kata Zaini saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Jumat (3/4).

[Gambas:Video CNN]

Pasien yang terinfeksi tersebut, kata Zaini, adalah salah satu orang yang sehari-harinya beraktivitas di Pasar Kapasan. Menurut Zaini, orang itu sudah lima hari dirawat di rumah sakit, dan baru pada Jumat dinyatakan positif terinfeksi covid-19.

Selain Pasar Kapasan, penutupan juga dilakukan di pasar Pusat Grosir Surabaya (PGS). PGS pun ditutup selama 14 hari mulai hari ini.

Koordinator Protokol Komunikasi, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi dengan General Manager (GM) Pasar PGS terkait penutupan sementara pasar tersebut.

"Sudah dijelaskan dan mereka oke. Seluruh pedagang diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Jadi sudah clear," kata Fikser melalui keterangan tertulisnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun CNNIndonesia.com, terdapat empat orang yang dinyatakan positif dari PGS. Mereka adalah pedagang di pasar tersebut.

Hal itu tertuang dalam surat resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya bernomor 443/15473/436.7.2/2020, yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinkes Surabaya, Febria Rachmanita.
Pasar di Surabaya Jadi Klaster Baru Penularan Covid-19(CNN Indonesia/Fajrian)
"Kami informasikan ada 4 orang penderita yang telah didiagnosa Covid-19 yang bekerja dan memiliki toko di lantai 2, 3, dan 4 PGS," demikian isi surat tersebut.

Saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com melalui telepon dan pesan pendek, yang bersangkutan belum memberikan respon.

Sementara itu berdasarkan data Pemprov Jatim, di Surabaya pada Sabtu (4/4) kemarin, ada 77 pasien positif corona, 17 di antaranya sembuh, 6 lainnya meninggal. (frd/ayp)