Walikota Solo Imbau Pemudik Patuhi Pendataan oleh Petugas

syd, CNN Indonesia | Minggu, 05/04/2020 23:01 WIB
Walikota Solo Imbau Pemudik Patuhi Pendataan oleh Petugas Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Lucky R)
Solo, CNN Indonesia -- Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo meminta pemudik mematuhi protokol yang telah ditetapkan pemerintah kota untuk dilakukan pendataan guna pencegahan penularan Covid-19 akibat infeksi virus corona (SARS-CoV-2).

Hal ini diungkapkan Rudy menyusul beredarnya video seorang pemudik wanita yang marah kepada petugas yang hendak mendata.

"Petugas itu bertujuan untuk memotong rantai penyebaran virus. Kasihan mereka sudah tidak dibayar kok diperlakukan seperti itu. Ya jangan mentang-mentang orang kaya terus merendahkan seperti itu," cetusnya, Minggu (5/4).

Dalam video tersebut, seorang wanita meluapkan kemarahannya kepada petugas TNI, Polri, dan Linmas yang hendak mendata pemudik di wilayah mereka. Ia merasa tersinggung dan menganggap pendataan yang dilakukan pemkot berlebihan. Ia juga menantang Walikota Solo untuk datang sendiri ke rumahnya.


Rudy menyebut wanita tersebut merupakan istri dari salah satu pimpinan instansi vertikal di Solo. Ia diketahui baru datang ke rumahnya di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan dari Jakarta 28 Maret lalu.

Sesuai protokol yang ditetapkan Pemkot Solo untuk menangani pemudik, warga yang datang dari daerah terjangkit harus didata dan menandatangani surat kesanggupan karantina mandiri selama 14 hari.

"Tadi pagi sudah saya klarifikasi. Suaminya saya minta untuk minta maaf ke RT, RW, Lurah, Camat, Danramil, dan Kapolsek," katanya.

Lurah Sondakan, Prasetyo Utomo mengonfirmasi kalau peristiwa di video itu terjadi di wilayahnya. Sehari setelah kedatangannya dari Jakarta, warga bersama Linmas mendatangi kediaman wanita itu untuk mendata. Ia menolak.

"Tanggal 30 kita datangi lagi bersama polisi dan TNI. Malah marah-marah. Tapi tadi sudah selesai. Hanya kesalahpahaman saja," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Prasetyo mengatakan wanita di video itu telah mendatangani surat kesanggupan karantina mandiri selama 14 hari di rumahnya. Warga sekitar berpartisipasi untuk mengawasi kepatuhan pemudik itu.

"Dari Puskesmas nanti juga akan memantau kesehatannya setiap hari lewat videocall," katanya. (eks/eks)