"Kami rencana melaksanakan Nyepi Desa Adat serempak di Bali sebagai dukungan kepada pemerintah dalam upaya memutus penyebaran wabah corona," jelas Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet saat dikonfirmasi oleh CNNIndonesia.com, Selasa (7/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau jadi pun, ya warga hanya diminta tidak keluar rumah. Sementara warga yang non desa adat kami minta untuk turut berpartisipasi. Ini demi kebaikan kita bersama," jelasnya.
Dia meminta warga tidak buru-buru riuh terkait kondisi ini. Majelis Desa Adat maupun Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali akan melakukan pembahasan dalam rapat finalisasi terhadap rencana ini yang akan digelar besok.
Jika usulan ini disepakati, kata dia, akan ada surat edaran resmi terkait tata laksana Nyepi Desa Adat. Ia berharap langkah ini berdampak baik terhadap upaya bersama mencegah merebaknya penyebaran Covid-19.
"Tanggal 8 (besok) akan difinaliasi di rapat. Setelah tanggal 8 kalau jadi akan ada edaran resmi. Rencana Nyepi Desa Adat ini digelar di seluruh Bali secara serentak" ujar Ida Sukahet.
Diketahui, Bali memiliki dua jenis desa; desa adat atau desa pakraman dan desa administratif. Desa adat memiliki hukum adat Bali berdasarkan tradisi dan tata krama masyarakat Hindu serta dipimpin oleh bendesa. Per 2019, jumlahnya mencapai 1.493 desa.
(put/arh)