Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan laboratorium itu disiapkan untuk melakukan metode PCR sebagai pembanding (second opinion) dari hasil rapid test atau tes cepat untuk hasil positif corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laboratorium PCR dibuat agar swab pasien di Aceh yang memiliki gejala virus corona, tidak lagi dikirim ke Balitbangkes di Jakarta. Dengan melakukan tes di Aceh kerja penanganan corona jadi efisien tanpa harus menunggu Jakarta.
Kehadiran alat itu diharapkan dapat membantu masyarakat dan Pemerintah Aceh dalam menangani wabah corona, sekaligus mempersingkat waktu tempuh pemeriksaan yang selama ini dilakukan di Jakarta.
Pemerintah Aceh juga sedang mengupayakan pengadaan tambahan alat rapid test bagi masyarakat. Khususnya bagi mereka yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Apalagi, menjelang Ramadan, diprediksi bakal banyak warga Aceh pulang kampung.
Rapid test untuk warga, lanjut Nova, untuk memetakan jumlah ODP, PDP maupun positif corona di seluruh Aceh, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona di Aceh.
Khusus di Aceh, data pemerintah pada hari yang sama mencatat ada 6 kasus positif corona dan 1 orang meninggal dunia. (dra/wis)