Sempat Diusir Warga, 20 Tenaga Medis di Aceh Negatif Corona

CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 22:57 WIB
Sebanyak 20 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh dinyatakan negatif virus corona. Sebagian dari mereka sempat diusir warga. Ilustrasi tenaga medis menjalani pemeriksaan terkait virus corona (Covid-19). (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
Banda Aceh, CNN Indonesia -- Direktur Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Azharuddin mengatakan sejumlah tenaga medis yang khusus menangani pasien virus corona (Covid-19) di rumah sakit itu dinyatakan sehat, tanpa gejala apapun.

Hal itu diketahui begitu ada hasil swab 20 tenaga medis yang menunjukkan seluruhnya negatif corona. "Tim medis sehat, 20 orang sudah diswab hasilnya negatif," kata Azharuddin kepada wartawan, Rabu (8/4).


Dengan hasil itu, kata dia, menunjukkan bahwa proteksi dan alat pelindung diri (APD) yang digunakan oleh tenaga medis cukup memadai untuk menangani pasien terpapar virus corona di Aceh.


Meski sudah dinyatakan negatif, seluruh petugas medis itu harus melakukan isolasi, baik secara mandiri ataupun di lokasi yang telah disediakan oleh Pemerintah Aceh.

Azharuddin tak menampik soal penolakan tim medis saat mereka kembali ke rumah maupun indekos. Kata dia, tiga hari yang lalu kejadian itu menimpa tiga anggota medis yang selama ini telah menangani pasien corona di rumah sakit itu.

"Tapi sekarang tidak ada lagi, soal penolakan tiga orang tim medis kemarin itu sudah selesai mungkin hanya kesalahpahaman saja," sebut Azharuddin.


Sempat Ditolak Warga, 20 Tenaga Medis di Aceh Negatif CoronaInsert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian)
Setelah dijelaskan tentang kondisi kesehatan mereka serta dibuktikan dengan hasil swab negatif corona, masyarakat bisa memahami dan menerima mereka kembali. Menurut Azharuddin, penolakan tersebut terjadi karena kehati-hatian masyarakat di tengah kondisi seperti saat ini.

"Dalam suasana kepanikan kita tidak bisa semata-mata menyalahkan masyarakat. Mungkin belum kita berikan edukasi yang memadai," ujarnya.

Sebelumnya, petugas medis yang menangani pasien corona mengalami perlakuan yang tidak baik oleh warga di tempat tinggalnya. Tenaga medis itu justru diusir warga saat hendak kembali ke indekosnya.

Pengusiran tenaga medis oleh warga terjadi karena mereka dikhawatirkan menyebarkan virus corona di wilayah itu. Warga tidak mengizinkan tenaga medis itu tinggal sementara di daerah tersebut.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Syafrizal Rahman membenarkan ada petugas medis yang diusir warga. Kata dia, petugas medis itu kesehariannya bekerja untuk merawat pasien Covid-19 di RSUZA. Namun, ia enggan menyebutkan warga daerah mana yang melakukan pengusiran itu.

(dra/pmg)

[Gambas:Video CNN]