Hal itu diketahui begitu ada hasil swab 20 tenaga medis yang menunjukkan seluruhnya negatif corona. "Tim medis sehat, 20 orang sudah diswab hasilnya negatif," kata Azharuddin kepada wartawan, Rabu (8/4).
Dengan hasil itu, kata dia, menunjukkan bahwa proteksi dan alat pelindung diri (APD) yang digunakan oleh tenaga medis cukup memadai untuk menangani pasien terpapar virus corona di Aceh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Azharuddin tak menampik soal penolakan tim medis saat mereka kembali ke rumah maupun indekos. Kata dia, tiga hari yang lalu kejadian itu menimpa tiga anggota medis yang selama ini telah menangani pasien corona di rumah sakit itu.
Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
"Dalam suasana kepanikan kita tidak bisa semata-mata menyalahkan masyarakat. Mungkin belum kita berikan edukasi yang memadai," ujarnya.
Sebelumnya, petugas medis yang menangani pasien corona mengalami perlakuan yang tidak baik oleh warga di tempat tinggalnya. Tenaga medis itu justru diusir warga saat hendak kembali ke indekosnya.
Pengusiran tenaga medis oleh warga terjadi karena mereka dikhawatirkan menyebarkan virus corona di wilayah itu. Warga tidak mengizinkan tenaga medis itu tinggal sementara di daerah tersebut.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Syafrizal Rahman membenarkan ada petugas medis yang diusir warga. Kata dia, petugas medis itu kesehariannya bekerja untuk merawat pasien Covid-19 di RSUZA. Namun, ia enggan menyebutkan warga daerah mana yang melakukan pengusiran itu.
