"Update data sampai dengan hari ini ada penambahan 337 kasus, sehingga menjadi 3.293 kasus," kata Juru Bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, dalam keterangan persnya di Gedung BNPB Jakarta, Kamis (9/4)
Kasus positif corona pertama kali diumumkan Presiden Joko Widodo dan Menkes Terawan Agus Putranto di Istana Negara, Jakarta pada 2 Maret lalu. Sejak itu, jumlah kasus terus bertambah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan catatan CNNIndonesia.com, dalam satu pekan pertama atau periode 3-9 Maret, pasien positif corona bertambah menjadi 17 orang.
Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
Lalu, pada pekan keempat atau 24-30 Maret terjadi penambahan kasus sebanyak 835 kasus. Pada periode 31 Maret-6 April pasien positif bertambah 964 kasus.
Pada 8 dan 9 April, pasien positif bertambah sebanyak 555 kasus.
Selain lonjakan pasien positif yang drastis, virus corona telah menyebar ke-33 provinsi di Indonesia. Dengan demikian, hanya satu provinsi yang belum terdapat pasien positif virus corona.
DKI Jakarta merupakan provinsi dengan angka kasus positif terbanyak, disusul Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten.
Dalam rangka percepatan penanganan covid-19, Pemerintah Daerah diminta untuk mengajukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya. Diketahui, sampai saat ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto baru menyetujui penerapan PSBB di DKI Jakarta.
Dalam aturan pedoman PSBB, pemerintah akan membatasi sekolah dan tempat kerja, kegiatan keagamaan, kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Kemudian, kegiatan sosial dan budaya serta moda transportasi.
