"Akibat kesalahpahaman antara oknum anggota TNI dan anggota Polres Mamberamo Raya, tiga anggota polri meninggal dunia dan dua orang mengalami luka tembak," ujarnya melalui keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com.
Dalam keterangan tersebut dijelaskan bentrokan terjadi di Jalan Pemda I, Kampung Kasonaweja, Distrik Mamberamo Tengah. Di lokasi tersebut terjadi kesalahpahaman antara oknum anggota Satgas Panrahwan Yonif Kostras dengan anggota Polres Mamberamo Raya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian Bripda Yosias Dibangga mengalami luka tembak pada bagian leher kiri satu kali, dan Briptu Alexander Ndun mengalami luka tembak pada paha kiri.
"Situasi saat ini sudah kondusif. Saat ini jenazah ajan diterbangkan ke Jayapura untuk dilakukan visum di RS Bhayangkara Jayapura," lanjut keterangan tersebut.
Melalui keterangan terpisah Kapendam Cenderawasih Kolonel CPL Eko Daryanto mengatakan pihak Kodam XVII Cenderawasih dan Polda Papua sudah menurunkan Tim Gabungan terkait perkara ini.
"Untuk melakukan penyelidikan di TKP dalam rangka mendapatkan keterangan. Fakta-fakta kronologis yang sebenarnya," tulisnya.
Pihaknya bersama Polda juga sudah memberikan instruksi kepada anggota Satgas 755/Yalet dan Polres Mamberamo Raya untuk tetap berada di pos masing-masing.
Eko mengatakan hingga kini investigasi masih berlangsung dan belum ada keterangan lebih lanjut terkait duduk perkara kejadian yang bisa diungkap.
Sebelumnya dilaporkan terjadi bentrokan antara anggota TNI dan Polri di Mamberamo Raya, Papua. Insiden terjadi karena kesalahpahaman antara kedua pihak.