"Kami menerima data dari Gugus Tugas Pusat bahwa tadi di sampaikan ada tambahan 119 baru COVID-19," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (12/4) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Menteri Sosial RI ini menyebut Kota Surabaya menjadi daerah terjangkit Covid-19 tertinggi dengan 180 pasien.
Kemudian ada pula Sidoarjo dengan total 31 pasien, lalu Lamongan sebanyak 23 pasien. Dan disusul sejumlah daerah yang lain.
Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
Kendati demikian, penambahan pasien yang meninggal dunia juga kembali terjadi. Hari ini terdapat 3 pasien meninggal dunia, yaitu 2 di Kabupaten Kediri dan 1 di Lumajang. Sehingga pasien meninggal dunia menjadi 29 orang, setara 7,51 persen.
"Ada 4 orang terkonversi negatif atau sembuh, 2 di Surabaya, 1 Sidoarjo, 1 Kabupaten Kediri. Namun kembali kita juga berduka bahwa ada 3 orang posiftif yang meninggal dunia, 1 Lumajang, 2 Kabupaten Kediri," kata dia.
Sementara itu, untuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya kini mencapai 1.383. Sedangkan orang dalam pemantauan terlapor ada 14.092.
Usulan PSBB
Saat angka kasus Corona makin bertambah, Khofifah mengaku belum ada daerah yang berkoordinasi dengannya soal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Sampai dengan malam ini tadi, belum ada kabupaten/kota yang mengkomunikasikan PSBB kepada kami," kata dia.
"Tapi saya tidak tahu kalau misalnya ada kabupaten/kota yang malam ini sedang mendiskusikan, membahas, saya rasa saling update," imbuhnya.
Khofifah pun mengutus Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jatim, Heru Tjahjono, untuk berkoordinasi dengan Sekda di wilayah-wilayah rawan tersebut.
[Gambas:Video CNN]
"Kami meminta Pak Sekda untuk berkoordinasi dengan Sekkot Madya Surabaya, Sekkab Sidoarjo, Sekda Lamongan, dan Sekda Gresik," ujarnya.
Heru mengaku telah berkoordinasi dengan Sekda Surabaya, Hendro Gunawan, terkait evaluasi penanganan Covid-19. Hasil koordinasi akan dibahas bersama Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jatim.
"Baru saja kami koordinasi dengan Pa Sekda Kota Surabaya, besok (Senin) pagi akan kami lakukan koordinasi yang sangat detail, setelah itu kami menunggu koordinasi Bu Gubernur, Kapolda dan Pangdam," ujar Heru.
(frd/pmg)
