"Ini juga lompatan yang baik tetapi saya ingin agar setiap hari paling tidak kita bisa tes lebih dari 10 ribu," kata Jokowi saat membuka Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/4).
Jokowi mengatakan bahwa peningkatan jumlah tes PCR juga berarti memperluas jangkauan pemerintah dalam mendeteksi virus corona. Menurutnya, itu penting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ingin tes PCR ini betul-betul bisa diperluas jangkauannya dan mengurangi tumpukan pemeriksaan sampel, terutama di daerah episentrum," kata Jokowi
"Sehari satu alat bisa 500 PCR berarti kalau 18 berarti per hari bisa tes sembilan ribu PCR per harinya ini sangat baik," kata dia.
Sejauh ini, pemerintah pusat mengumumkan telah ada 4.241 orang terinfeksi virus corona hingga Minggu (12/4). Ada 373 di antaranya meninggal dunia dan 359 orang sembuh.
Pada 8 April lalu, Worldometer menyatakan Indonesia termasuk negara dengan penduduk padat namun baru sedikit melakukan tes corona. Pada 8 April, dari 270 juta, baru 14.354 warganya yang menjalani tes corona.
Worldometer menggambarkan hanya 52 dari setiap 1 juta warga Indonesia yang menjalani tes corona. Angka pemeriksaan yang rendah itu pun dinilai sejumlah pihak mengejutkan mengingat Indonesia merupakan negara dengan tingkat Gross Domestic Product (GDP) tertinggi di Asia Tenggara.