Kabid Humas Polda Jatim Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, 10 orang tersebut diamankan lantaran diduga telah melakukan aksi vandalisme di Underpass Karanglo Singosari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelompok tersebut merupakan kelompok jalanan yang sering menolak kebijakan pemerintah, dan ada lambang anarko pada tulisan tersebut," ujarnya.
Aksi vandalisme tersebut, menurut Truno, memiliki pola yang mirip dengan kasus di Tangerang Kota beberapa waktu lalu. Meski begitu, penyidik masih akan mendalami apakah kelompok mereka terhubung satu sama lain.
"Penyidik akan mendalami dengan petunjuk dan bukti yang ada, [mereka] menunjukkan simbol yang sama dengan kelompok Anarko [di Tangerang] yaitu huruf A yang dilingkari," ungkapnya.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti milik para terduga kelompok Anarko. Di antaranya tujuh tas berisikan pakaian, alat-alat mandi hingga semir sepatu.
Kemudian 4 unit handphone. Namun, saat diperiksa, polisi tidak mendapati grup WhatsApp atau Telegram yang mencurigakan di dalamnya. Saat ini kesepuluh orang tersebut tengah diamankan di Polsek Lawang, untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut.
"Seluruh lapisan elemen masyarakat sedang konsentrasi melawan corona bersama pemerintah. Namun Polda Jatim tidak akan biarkan oknum masyarakat di Bumi Jawa Timur ini," katanya. (frd/wis)