Pelaku Vandalisme 'Kill the Rich' di Banjar Simpatisan Anarko

CNN Indonesia | Selasa, 14/04/2020 10:29 WIB
Vandalisme dan coretan simbol anarkisme serta protes isu perburuhan yang dibuat beberapa peserta aksi May Day di Bandung. Ilustrasi vandalisme (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga menjelaskan bahwa tiga tersangka pelaku vandalisme yang menuliskan kalimat 'Kill The Rich' di Banjar, Jawa Barat beberapa hari lalu merupakan simpatisan kelompok Anarko Sindikalis. Bukan anggota.

Menurut Erlangga, belum terdapat bukti kuat yang menyatakan bahwa para pelaku merupakan anggota kelompok Anarko yang saling terhubung antar wilayah di Indonesia.

"Masih kategori simpatisan. (Mereka) Aktif mengikuti akun-akun media sosial terkait anarko," kata Erlangga saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (14/4).


Hasil pemeriksaan sejauh ini, para tersangka yang diamankan di Banjar itu belum berkaitan dengan kejadian serupa yang dilakukan oleh oknum kelompok Anarko di Tangerang beberapa hari lalu.
Kendati demikian, Saptono menjelaskan para pelaku vandalisme itu masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Polres Banjar.

"Belum ada kaitan dengan yang di Tangerang, namun masih terus kami dalami," lanjut dia.

Sebelumnya, dari total empat pelaku yang diamankan oleh aparat Polres Banjar, setidaknya tiga diantaranya ditetapkan sebagai tersangka yakni BHS (21), AA (20), dan DMA (20).

Saptono menjelaskan bahwa ketiga tersangka melakukan aksinya di tembok garasi GM, SMAN 1, Bulog, konveksi di Jalan Husein Kartasasmita, Jalan Dewi Sartika, Jalan Gudang, dan di Kantor Desa Jajawar.
Mereka diduga melakukan penghasutan atau penghinaan terhadap pemerintah serta aparat keamanan melalui vandalisme yang salah satunya bertuliskan 'Kill The Rich'.

"Pelaku melakukan aksinya pada akhir bulan Maret sebanyak dua kali dan di awal April satu kali. Pelaku juga melakukan aksi ini terinspirasi dari film 'Joker'," ujar Saptono dalam konferensi pers, Senin (13/3) kemarin.

Saat konferensi pers aksi serupa di Polda Metro Jaya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana menjelaskan bahwa kelompok Anarko yang menjadi pelaku utama dalam aksi tersebut diketahui berasal dari sejumlah daerah di wilayah Pulau Jawa. Mereka bahkan merencanakan aksi penjarahan di tengah pandemi virus corona.

"Akan kami kembangkan tentunya, bukan hanya di Jakarta, kami akan coba seperti di Bandung dan beberapa kota seterusnya," ujar Nana dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun resmi Instagram Humas Polda Metro Jaya, Sabtu (11/4).
(mjo/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK