"Ini harus menyatu di area-area itu (Surabaya Raya). Maka selain tracing dilakukan harus dilakukan langkah signifikan dan terukur," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (13/4).
Daerah Surabaya Raya merujuk sejumlah daerah seperti Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Gresik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penambahan 36 kasus baru tersebut tersebar di sejumlah daerah yakni dua di Kabupaten Malang, 1 Jember, 1 Lamongan, 1 Gresik, 6 Sidoarjo, 2 Pamekasan, 1 Kabupaten Blitar, 20 Kota Surabaya, 1 Kota Kediri, 1 Kabupaten Bojonegoro.
"Positif ada 228 orang, kemudian PDP (pasien dalam pengawasan) ada 536 orang," kata Khofifah.
"Ini adalah wilayah yang kalau kita menyebut yang Surabaya Raya," kata dia.
Sementara itu, jumlah pasien meninggal dunia di Jatim hari ini juga mengalami penambahan. Tercatat ada kasus kematian baru per hari ini. Total pasien meninggal di Jatim berjumlah 45 orang atau setara dengan 9,49 persen.
"Kami ikut berduka, 5 pasien meninggal dunia. Jember dan Kabupaten Blitar satu orang, dan tiga dari Surabaya," ujarnya.
Sementara itu, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim saat tercatat ada 1.498 orang, 93 orang di antaranya meninggal dunia, 512 di antaranya telah selesai diawasi. Kemudian untuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 14.931 jiwa. 25 orang di antaranya meninggal dunia, dan 7.136 telah menyelesaikan pemantauannya. (ain/frd/ain)