Anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser mengatakan ASN yang meninggal dunia itu seorang laki-laki. Menurutnya, penutupan Kantor Kecamatan Tandes dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan ASN tersebut belum bisa dipastikan terinfeksi virus corona. ASN ini juga bukan berstatus orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP).
"Memang di sana lakukan pembatasan bekerja dari rumah, bukan lock. Karena ada salah satu karyawan meninggal dunia tapi protapnya seperti ini. Protap kesehatan," katanya.
Senada Camat Tandes, Dodot Wahluyo mengatakan salah satu pegawainya itu meninggal dunia setelah satu hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhakti Darma Husada (RS BDH) Surabaya.
Dodot mengaku masih sempat bertemu dengan ASN yang meninggal dunia tersebut pekan lalu, Rabu (8/4). Ia menjalankan aktivitas seperti biasa, sekaligus olah raga bersama setiap pagi sesuai imbauan pencegahan virus corona.
"Kalau saya enggak tahu [sakit apa], yang tahu kan medis. Kalau dia kemarin sempat bilang saya pusing, pak. Katanya habis makan durian. Lah diakan ada darah tinggi sama diabet. Lah gitu aja pusing karena duren," kata Dodot.
Dodot menyebut sekitar 30 pegawai Kecamatan Tandes pun bekerja dari rumah sampai dua minggu ke depan. Ia melarang pegawainya masuk sampai aktivitas kantor dibuka kembali.
"Kerja dari rumah, tidak libur. Semua pegawai kecamatan, kurang lebih 30 orang. Sampai dua minggu ke depan," ujarnya.
Pantauan CNNIndonesia.com di lapang, gerbang Kantor Kecamatan Tandes tekunci. Terdapat juga tulisan pemberitahuan, bahwa pelayanan kantor Kelurahan dan Kecamatan Tandes tutup sementara sampai 28 April. (frd/fra)