Polri Soal 7 Dapur Umum di DKI: Gratis Makan Selama Corona

CNN Indonesia | Rabu, 15/04/2020 17:56 WIB
Petugas memasak makanan takjil di dapur Masjid Istiqlal, Jakarta (18/5). Selama Ramadan, panitia Masjid Istiqlal menyediakan takjil sekitar 3.500 porsi untuk hari senin hingga kamis,4500- 6000 porsi untuk hari jumat hingga minggu. (CNN Indonesia/ Hesti Rika) Ilustrasi dapur umum. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tujuh dapur umum dengan kapasitas hingga 500 porsi per hari didirikan di DKI Jakarta untuk membantu masyarakat terdampak selama wabah Virus Corona (Covid-19). Warga bisa memanfaatkannya secara gratis.

"Polda Metro dan Mabes Polri membangun tujuh dapur umum untuk masyarakat yang membutuhkan makan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (15/4).

Dia menuturkan dapur umum didirikan di lokasi yang strategis dan padat penduduk. Tujuannya, agar mudah dijangkau oleh masyarakat yang membutuhkan.


Yusri menuturkan dapur umum itu mampu menyiapkan 400 sampai 500 porsi makanan sehari dan bisa diperoleh oleh masyarakat secara gratis.


"(Lokasinya) ada di Jakarta Barat, pintu kota, kampung Melayu, Sunter, tanjung Priok, yang daerah padat penduduk," ujarnya. Soal rincian alamatnya, Yusri belum memberikan secara detil.

Sampai kapan dapur umum itu akan beroperasi? "Sampai selesai Covid-19 ini, apalagi saat PSBB banyak yang kerja dari rumah," kata Yusri.

Terpisah, Kapolsek Johar Baru, Jakarta Pusat, Kompol Supriyadi mengatakan dapur umum gratis di wilayahnya menyiapkan 1.200 bungkus makanan per harinya untuk dibagikan kepada masyarakat kurang mampu atau warga yang masih harus bekerja di masa PSBB.

[Gambas:Video CNN]

Pendistribusiannya dilakukan lewat koordinasi dengan Rukun Warga (RW) di kawasan itu. Ketua RW, katanya, bertugas mengumpulkan data warga yang terdampak. Data itu diserahkan pada perwakilan dapur umum, yang merupakan hasil kerjasama TNI dan Polri. Pihak dapur kemudian membagikannya ke warga-warga secara langsung.

Untuk memastikan kualitas makanan, Supriadi mengatakan pihaknya terlebih dahulu melakukan pengecekan kesehatan terhadap juru masak.

"Untuk yang masak kami sudah periksa. Jadi nanti akan kami periksa secara berkala, kita harus awasi terus kesehatannya juga dan tentunya kami berikan vitamin," kata Supriyadi, dikutip dari Antara.

Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono mengatakan dapur umum ini akan ada di seluruh Indonesia.

"Jadi seluruh Indonesia ada. Nah kalau di Jakarta dalam hal ini Bapak Kapolda dan Bapak Pangdam. Khususnya daerah yang terdampak pandemi Covid-19," kata dia, saat meninjau dapur umum Johar Baru bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, di GOR Johar Baru, Rabu (15/4).

(dis/Antara/arh)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK