"Upaya ini dalam rangka membatasi kasus positif sebagai sumber penularan agar tidak berkontraksi dengan kelompok rentan. 17.900 sampel kita uji hari ini," kata Yurianto di Graha BNPB, Jakarta.
Sampai saat ini pemerintah sudah memeriksa spesimen sebanyak 42.108 dari 37.134 orang per 1 April lalu. Dari pemeriksaan spesimen itu, 5.923 pasien dinyatakan positif dan 31.211 pasien negatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan masyarakat yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 173.732 jiwa. Kemudian yang berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 12.610 jiwa.
DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus positif virus corona tertinggi. Tercatat 2.815 kasus di DKI. Disusul Jawa Barat dengan 632 kasus, Jawa Timur 522 kasus, Banten 311 kasus, dan Jawa Tengah 304 kasus.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada jajarannya terutama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 agar meningkatkan jumlah tes PCR. Jokowi menginginkan tes PCR dapat dilakukan lebih dari 10 ribu kali dalam sehari. (fey/fra)