Sahroni menyebut kejahatan begal telah mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir seiring dengan kondisi jalan yang sepi karena mayoritas masyarakat tinggal di rumah masing-masing.
"Saya mendukung sikap kepolisian yang berani menindak tegas para pelaku pembegalan langsung di tempat. Hal ini diperlukan untuk menjamin munculnya rasa aman di masyarakat," kata Sahroni kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka bawa senjata tajam, terus terkenal sadis dalam melakukan aksinya. (Jadi) kalau perlu tembak di tempat, di tembak saja," katanya.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Sahroni mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, terutama jika sedang dalam perjalanan. Dia menegaskan bahwa tindak kriminal seperti begal bisa terjadi di mana saja dan mengancam siapa saja.
Sebelumnya, kejahatan begal mulai mewarnai penyelenggaraan PSBB di DKI Jakarta. Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur melepaskan tembakan beberapa kali saat menangkap dua pelaku begal di wilayah Cakung, Jakarta Timur pada Minggu (19/4).
"Diamankan dua orang berinisial FS (19) dan MS (18)," kata Kasatreskrim Polres Jakarta Timur AKBP Heri Purnomo saat dikonfirmasi, Minggu (19/4).
Aksi penangkapan itu terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video itu, tampak Tim Rajawali Polres Metro Jaktim mengejar dua pelaku yang berboncengan sepeda motor.
Dalam penangkapan itu, anggota polisi sempat melepaskan beberapa tembakan. Sebab, pelaku terus berusaha melarikan diri.
"Kejadian curas [pencurian dengan kekerasan] di Cakung, pelaku ditangkap Tim Rajawali," ujar Heri. (mts/ptr)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian