Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, Krisnandana mengatakan bahwa ia belum memastikan kapan tes PCR bisa dimulai. Dalam minggu ini pihaknya melakukan simulasi tes dengan Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand).
"Kami belum tahu menerima sampel dari rumah sakit mana saja. Kami masih melakukan persiapan dan mengurus anggaran dana," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun Balai Veteriner Bukittinggi dapat melakukan tes PCR, Krisnandana mengatakan bahwa pihaknya hanya berstatus membantu Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi karena pihaknya berada di luar otoritas untuk menguji sampel virus manusia.
![]() |
Balai Veteriner Bukittinggi berada di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Laboratorium balai tersebut selama ini hanya berwenang menguji sampel virus hewan.
"Reagen untuk tes PCR di Balai Veteriner Bukittinggi dipasok dari laboratorium Unand. Kami juga mengirimkan lima atau enam personil untuk membantu mereka karena personil mereka sedikit," tutur Andani
Jika sudah mulai melakukan tes PCR, kata Andani, Balai Veteriner Bukittinggi menerima sampel dari rumah sakit di Bukittinggi, Payakumbuh, dan daerah sekitarnya.
Ia menambahkan bahwa dengan tes PCR yang diadakan Balai Veteriner Bukittinggi, makin banyak pelacakan virus SARS CoV-2. Dengan begitu, kian cepat dan bagus penanganan Covid-19 di Sumatera Barat.
Direktur RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi, Khairul, mengatakan ia belum menerima permintaan untuk mengirimkan sampel pasien ke Balai Veteriner Bukittinggi. Sebelum ada permintaan tersebut, pihaknya tetap mengirimkan sampel ke Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Unand. (adb/ptr)
