Sebab, yang dipermasalahkan publik sejak awal ialah terkait penunjukan Ruangguru, bukan soal jabatan Belva.
"Kalau itu masalahnya, bukankah sebaiknya prosesnya yang dijelaskan secara terbuka? Dengan begitu, semua orang menilai bahwa itu wajar. Karenanya, tidak perlu dipersoalkan," ujar dia, dalam keterangannya, Selasa (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Justru, katanya, pengunduran diri itu berpotensi memunculkan sangkaan terkait ketidakwajaran dalam penunjukan Ruangguru sebagai mitra kerja Kartu Prakerja.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Sebelumnya, Belva mengumumkan mundur dari jabatannya, Selasa (21/4). Informasi tersebut mulanya disampaikan Belva melalui akun Instagram pribadinya, @belvadevara dan surat terbuka kepada publik.
"Telah saya sampaikan dalam bentuk surat kepada Bapak Presiden tertanggal 15 April 2020, dan disampaikan langsung ke Presiden pada tanggal 17 April 2020.
Kartu Prakerja menuai kritik karena pelibatan delapan platform digital dalam pelaksanaannya. Salah satunya Ruangguru.
Pemerintah hanya membuka kesempatan kepada sejumlah pihak yang ingin berpartisipasi dalam program tersebut. Panji mengklaim hanya delapan start-up itu saja yang siap bekerja sama dengan pemerintah.
"Jadi perlu saya klarifikasi, ada delapan platform mitra dari [Kartu] Prakerja. Dan semua pilihan ada di tangan peserta, jadi tidak ada penunjukan, pengarahan atau harus mengakses bantuan pelatihan di salah satu platform," katanya dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Kamis (16/4).
[Gambas:Video CNN] (mts/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian