Dia mengatakan banyak masyarakat yang menggunakan fasilitas KRL, seperti pekerja harian, buruh, hingga pedagang asongan yang mencari nafkah dari moda transportasi tersebut.
"Kalau daerah mau mempersiapkan dan menanggung dari keputusan yang diminta itu akan kita berikan," kata Jokowi dalam wawancara eksklusif di acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (22/4) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menyatakan tidak akan menghentikan operasional moda transportasi umum KRL meski ada larangan mudik.
KRL akan tetap beroperasi untuk membantu masyarakat yang bekerja di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jabodetabek.
Kebijakan itu sekaligus mementahkan permintaan sejumlah kepala daerah di Jabodetabek.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sebelumnya kompak menyuarakan penghentian operasional KRL selama masa PSBB demi memutus rantai penyebaran virus corona.
PSBB telah diterapkan di Jabodetabek untuk mencegah penyebaran virus corona. Pemerintah pusat sendiri telah menggelontorkan bantuan kepada DKI dan daerah penyangganya selama pelaksanaan PSBB.
Anggaran dialokasikan untuk 2,6 juta jiwa atau 1,2 juta kepala keluarga dengan besaran Rp600 ribu per bulan selama 3 bulan.
Pemerintah pusat juga memberikan bantuan sosial kepada warga Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.
Bantuan akan diberikan kepada 1,6 juta jiwa, atau 576 ribu kepala keluarga, masing-masing sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan. Total anggaran yang disediakan sebesar Rp1 triliun. (mts/wis)