"Ada beberapa jenis kejahatan yang meningkat saat ini di minggu ke 13, 14, 15, dan 16 dibanding minggu ke 13, 14, 15, dan 16 tahun 2019 lalu. Contoh yang meningkat dalam masa Covid-19 adalah pertama penyebaran berita bohong atau hoaks," kata Yusri dalam siaran langsung melalui Instagram Polda Metro Jaya, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka lari ke minimarket yang ada, kemudian tempat sepi terjadi begal," ucap Yusri.
Tak hanya itu, lanjutnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana juga telah memerintah seluruh Kapolres untuk memetakan daerah rawan di masing-masing wilayahnya.
"Memetakan mana wilayah-wilayah yang rawan kejahatan, jam-jam, dan modusnya. Itu yang menjadi skala prioritas kita untuk patroli ditingkatkan dari tim-tim yang dibentuk," tutur Yusri.
Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengatakan Polri membentuk satuan tugas khusus untuk mengatasi tindak kejahatan begal dan premanisme yang mulai marak terjadi selama darurat bencana nasional terkait virus corona (Covid-19).
"Kami juga sudah membentuk Satgas Begal dan Premanisme di masing-masing polda yang dipimpin langsung oleh Direskrimum," kata Argo melalui siaran langsung di akun Instagram Divisi Humas Polri. (dis/wis)