"Tidak tahu siapa yang menangkap, sekarang RP ada di PMJ (Polda Metro Jaya)," kata Damar kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/4).
Damar mengatakan penangkapan itu diduga berkaitan dengan pesan berantai dalam aplikasi pesan singkat Whatsapp yang dikirim dari nomor milik Ravio.
Menurut Damar, pada Selasa (22/4) kemarin, Ravio menceritakan ada yang meretas akun Whatsapp miliknya. Sebab, saat Ravio mencoba menghidupkan Whatsappnya muncul tulisan "You've registered your number on another phone".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peristiwa ini saya minta segera dilaporkan ke Whatsapp, dan akhirnya oleh Head of Security Whatsapp dikatakan memang terbukti ada pembobolan," tutur Damar.
Dua jam kemudian, akhirnya Whatsapp milik Ravio berhasil dipulihkan. Namun, selama Whatsapp itu dikuasi peretas, pelaku menyebarkan pesan bernada provokasi.
Damar menyebut dirinya telah meminta Ravio mengumpulkan semua bukti terkait peretas untuk diperiksa lebih lanjut.
Namun, kata Damar, sekitar pukul 19.14 WIB, Ravio menghubungi dirinya dan mengatakan bahwa ada yang mencarinya.
"Saya instruksikan Ravio untuk matikan handphone dan cabut baterai, lalu pergi ke rumah aman. Sudah lebih dari 12 jam tidak ada kabar, baru saya dapat informasi Ravio ditangkap semalam oleh intel polisi di depan rumah aman," tutur Damar.
Terkait penangkapan itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono meminta untuk mengonfirmasinya ke Polda Metro Jaya.
"Silakan ke polda metro," kata Argo kepada CNNIndonesia.com.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus masih mengecek kabar penangkapan tersebut. "Masih saya cek, karena baru dengar saya," kata Yusri, (dis/gil)