"Sejak awal pemerintah sudah melakukan langkah-langkah serius ketika Covid-19 merebak di Wuhan. Ini mau saya tekankan pada kesempatan ini karena ada yang menuding pemerintah ini main-main tidak sungguh-sungguh," cetus dia, melalui rekaman suara yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahfud menggarisbawahi bahwa Pemerintah selama ini memiliki perhatian khusus untuk menjaga keselamatan masyarakat, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi, di tengah wabah Virus Corona.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Diketahui, kasus Covid-19 mulai merebak di Wuhan pada Desember 2019. Ketika itu, belum ada kasus positif Corona di Indonesia. Belum ada langkah signifikan yang diambil pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin untuk penanggulangannya saat itu.
Baru pada 31 Januari, Jokowi memerintahkan TNI untuk menjemput WNI yang ada di Wuhan setelah kasus Corona makin tinggi di China. Soal penutupan rute penerbangan RI-China, PT Angkasa Pura II resmi melakukannya sejak 5 Februari.
Selama periode itu, beberapa pejabat mengeluarkan pernyataan dan langkah yang memicu polemik.
Saat belum ada pengumuman kasus positif Corona di Indonesia, pada 29 Februari, Ma'ruf Amin menyebut Corona menyingkir dari Indonesia karena qunut dan doa.
Soal desakan publik agar Menkes Terawan mundur, Jokowi menyebutnya sudah bekerja keras meski menilai wajar ada yang kecewa. (CNNIndonesia/Basith Subastian) |
Saat itu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan virus corona Covid-19 merupakan jenis penyakit self limited disease atau dapat sembuh dengan sendirinya.
Pada 6 Maret, Mahfud MD menggelar olahraga bersama jajarannya di lapangan Kemenko Polhukam dan Monas. Tak ketinggalan, Mendagri Tito Karnavian juga menggelar olahraga pagi dengan isteri di luar ruangan setelah diisukan terkena Corona, pada 15 Maret.
"Bahwa pemerintah sejak awal menyerukan agar kita tidak panik dalam menghadapi serangan Corona itu, itu adalah dalam rangka menghindari kepanikan memang," dalihnya.
"Saya tidak ingin excuse apa yang dilakukan oleh pemerintah, tapi informasi itu perlu menjadi catatan kita semua bahwa sejak awal kita sudah mengantisipasi itu dengan sungguh-sungguh," lanjut mantak Ketua Mahkamah Konstitusi itu.
[Gambas:Video CNN]
Dalam acara Mata Najwa, kemarin, Presiden Jokowi mengaku memprioritaskan masalah kesehatan dalam pandemi Corona. Hal itu dikatakannya saat ditanya soal prioritas antara masalah ekonomi atau kesehatan.
"Yang utama Covid ini, utama virus yang bahaya. Ekonomi dan kesehatan ada relevansinya. Yang penting kesehatan yang diutamankan," aku dia.
"Tetapi ini berhubungan. Saya berikan contoh, kalau ekonomi tidak baik, masyarakat tidak makan, imunitas lemah, virus masuk. Itu pilihan yang kita harus pilih, tidak harus memuaskan semua orang," tuturnya.
(tst/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Soal desakan publik agar Menkes Terawan mundur, Jokowi menyebutnya sudah bekerja keras meski menilai wajar ada yang kecewa. (