Kepala Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten, Nurhadi Unggul Wibowo mengatakan Pelabuhan Merak tetap melayani penyeberangan orang, baik dari Jawa menuju Sumatera atau sebaliknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh wilayah perbatasan yang melaksanakan PSBB sudah di jaga oleh personel gabungan TNI-Polri. Nurhadi yakin tidak ada kendaraan umum maupun pemudik yang lolos melintas.
"Semua jalan keluar masuk PSBB kan di jaga, jadi sampai sini (Merak) asumsinya dia bukan berasal dari daerah PSBB. Untuk kendaraan yang melakukan pengecekan itu kan dari kepolisian, kalau dia bukan dari daerah PSBB maka boleh masuk, kalau berasal dari PSBB maka harus putar balik," ujarnya.
Calon penumpang bersiap naik bus di Terminal Kalideres, Jakarta, Rabu (22/4/2020). (ANTARA FOTO/Fauzan) |
Wakapolda Banten Brigjen Tomex Koerniwan mengatakan kondisi hari pertama pemberlakuan larangan mudik di wilayahnya terpantau jalanan terlihat lengang.
"Satu dua hari ini kita cek dulu, lakukan persiapannya. Supaya sendi ekonomi masyarakat normal, kita fokuskan truk sembako. Kita sudah cek di beberapa ruas sudah lengang, didominasi truk barang," kata Tomex di tempat yang sama.
Sebelumnya, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merek, Hasan Lessy menyampaikan Pelabuhan Merak tidak akan melayani penumpang yang akan menyeberang menuju Bakauheni mulai Jumat (24/4). Aturan itu menyesuaikan larangan mudik dari pemerintah di tengah pandemi Covid-19.
Namun khusus kendaraan yang mengangkut sembako, bahan kebutuhan pokok dan yang menyangkut hajat hidup orang banyak lainnya akan tetap dilayani. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama pandemi.
