Kak Seto Minta Ortu Waspadai Predator Seksual di Medsos

CNN Indonesia | Sabtu, 25/04/2020 12:29 WIB
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi (Kak Seto) mendampingi Yanti Sudarno yang merupakan janda dengan tiga anak untuk melaporkan penelantaran anak ke Polda Metro Jaya. Mantan suami Yanti, Morteb Innhaug, menelantarkan anaknya sejak September 2015 lalu. Kak Seto meminta orang tua dan masyarakat mewaspadai kemunculan predator seksual melalui media sosial di tengah corona. (CNN Indonesia/M. Andika Putra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Psikolog Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto mengingatkan kepada baik orang tua maupun seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai fenomena predator seksual pada anak. Peringatan ia berikan terkait penyebaran wabah virus corona belakangan ini. 

Ia mengatakan di tengah penyebaran tersebut, masyarakat dan anak- anak diharuskan di rumah. Tak jarang keharusan tersebut membuat anak bosan dan menyibukkan diri dengan gadget dan media sosial mereka.

Di sinilah, peluang kejahatan predator seksual terbuka.


"Beberapa kali Mabes Polri memang sudah mencoba menggulung para predator seksual melalui media daring, tapi mohon ini juga menjadi kewaspadaan kita semua," kata Kak Seto dalam konferensi pers di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disiarkan secara live streaming, Sabtu (25/4).

Atas kemungkinan itulah, ia meminta kepada orang tua untuk mengontrol kegiatan sosial media para anaknya. Kak Seto mengimbau saat-saat seperti ini merupakan situasi yang tepat bagi orang tua untuk ekstra mengontrol aktivitas anaknya dengan cara yang baik dan edukatif.

"Saling mengontrol apa yang diunggah oleh anak-anak melalui media gadget. Kadang ada kekerasan, sesuatu yang mengerikan, pornografi dan kadang-kadang kekerasan seksual melalui media daring," imbuhnya.

Selain imbauan tersebut, Kak Seto turut berpesan kepada orang tua untuk memberikan edukasi yang tidak membuat kondisi psikologi anak semakin tertekan di tengah bencana seperti sekarang ini. Ia mengakui para orang tua perlu kesabaran ekstra untuk melakukan itu.

"Dari laporan yang kami terima dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) banyak anak yang mengalami stress salah satunya kadang di dalam cara orang tua menghadapi putra putri tercinta," kata dia.

Oleh karena itu, ia meminta kepada orang tua untuk mengedukasi anak lebih kreatif dan tidak memaksakan pencapaian dan kehendak yang tidak diinginkan anak-anak.

(khr/agt)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK