"Penambahan 10 kasus positif baru tersebut, di antaranya 7 kasus dari hasil tracing kontak positif kasus 35 di Kabupaten Sleman, dan kasus 72 dari Kabupaten Gunungkidul," jelas dia, dalam keterangannya, Selasa (28/4).
Menurut Berty, kenaikan kasus ini karena hasil laboratorium para pasien di Sleman dan Gunung Kidul keluar secara bersamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain penambahan kasus positif baru, Berty juga menyebut ada dua kasus positif yang dinyatakan sembuh. Pertama, kasus 52, seorang perempuan berusia 36 tahun asal Sleman. Kedua, kasus 67, laki-laki usia 40 tahun yang juga warga Sleman.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Terpisah, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menggarisbawahi soal semangat gotong royong dan toleransi masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 tanpa memandang agama dan golongannya.
Menurut Sultan, semangat gotong royong masyarakat saat ini tak ubahnya seperti pada masa bencana gempa bumi di Yogyakarta pada 2006. Kala itu, masyarakat saling membantu dan bekerja sama tanpa membedakan latar belakang agama.
"Saat itu, para ulama, lintas agama bekerja sama membantu para korban tanpa menanyakan apa agamamu," kata dia, dikutip dari Antara.
Hal itu, menurut Sultan, membuktikan bahwa di hati nurani mereka yang paling dalam, selalu bersemi semangat toleransi antarumat beragama.
"Saat ini kita juga menyaksikan kisah-kisah mengharukan. Mereka bekerja sama dan saling berbagi. Orang-orang yang saling menjaga tetangganya. Bahkan dunia bisnis pun diubah menjadi dunia pengabdian bagi kemanusiaan untuk sesama yang papa," kata dia.
"Di bulan penuh keutamaan dan keistimewaan ini, semoga keberkahan dan kebahagiaan berada di sekitar kita," kata Raja Keraton Yogyakarta ini.
(sut/antara/arh)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian