Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulanan Covid-19 Jabar, Berli Hamdani mengatakan selama penerapan PSBB terjadi penurunan kasus positif terinfeksi virus corona sebesar 38,5 persen di Bodebek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Berli menyebut pihaknya mencatat jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Bogor belum mengalami penurunan. Menurutnya, dari data yang dihimpun jumlah PDP di Bodebek cenderung meningkat.
Berdasarkan hasil evaluasi ini, kata Berli, pihaknya akan melakukan pemeriksaan virus corona dengan metode tes polymerase chain reaction (PCR) bagi PDP dan orang dalam pemantauan (ODP).
"Tujuannya, kami ingin menyapu habis, terutama ODP dan PDP gejala ringan dan tanpa gejala. Karena yang begitu sulit kalau tanpa pemeriksaan PCR," katanya.
Penerapan PSBB di wilayah Bodebek diperpanjang lagi mulai hari ini hingga 12 Mei 2020. Gugus Tugas Covid-19 Jabar berharap perpanjangan PSBB dalam dua pekan ke depan dapat menekan lebih banyak kasus positif dan pasien yang meninggal dunia akibat virus corona.
Hal itu berdasarkan data selama 2-14 April (sebelum PSBB) dan 15-27 April (selama PSBB) dari situs dan media sosial resmi pemerintah kota maupun kabupaten terkait Covid-19, kecuali data untuk Kota Bekasi. Data rinci terkait lonjakan kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi selama penerapan PSBB belum jelas.
Di Kota Depok terjadi penambahan 116 kasus positif sepanjang 15 sampai 27 April. Kemudian Kabupaten Bogor bertambah 55 kasus positif, Kota Bogor 18 kasus positif, Kota Bekasi 25 kasus positif, dan Kabupaten Bekasi 17 kasus positif selama PSBB itu. (hyg/fra)