'Gocekan' Pemudik Demi Lolos Checkpoint di Pelabuhan Merak

CNN Indonesia | Kamis, 30/04/2020 07:17 WIB
Foto aerial suasana arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (23/6). PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan dari H-10 hingga H-3 jumlah penumpang baik pejalan kaki maupun penumpang dalam kendaraan yang telah diseberangkan dari Merak ke Bakauheni mencapai 634.239 orang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc/17. Foto Pelabuhan Merak dari udara. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Serang, CNN Indonesia -- Semua cara akan dilakukan pemudik untuk bisa lolos dari patroli titik pengawasan (checkpoint), dan bisa menyeberang dari Pelabuhan Merak (Banten) menuju Bakauheni (Lampung).

Salah satunya terjadi pada Rabu (29/4) siang. Sebuah mobil pick-up bernomor polisi AE 9736 NF mencoba membawa pemudik melewati petugas di tengah larangan mudik terkait pandemi virus corona (Covid-19). Demi mengelabui petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan anggota Polres Cilegon, mobil itu dimodifikasi dan di tata sedemikian rupa agar terlihat membawa logistik, bukan penumpang.

Ketika disetop personel gabungan di titik pengawasan, pengendara berdalih mengangkut kerupuk. Ternyata setelah diselidiki ada orang yang menjadi penumpang tengah bersembunyi di baknya.


"Kami mencurigai kendaraan yang mengaku membawa kerupuk, tetapi terlihat mobil bak belakang seperti membawa beban berat. Ketika dicek, dengan cara dibuka terpalnya, ternyata isinya orang," kata Kapolsek Pulomerak, AKP Rifki Seftirian, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Rabu.

"Mereka terkena penyekatan di checkpoint Gerem Bawah," sambung Rifki.

Demi mengelabui petugas, di bawah kerupuk yang ditumpuk tersebut, 'penumpang gelap' duduk dengan aturan sedemikian rupa. Dua orang duduk di bagian depan, sopir dan kernet. Kemudian dua orang lagi berada di bak mobil pick-up.

Bagian kanan kiri mobil sudah di modifikasi dengan dipasangi besi sebagai penahan. Bagian atas bak mobil di pasangi penahan.

Di atas penahan itu kemudian ditaruh kerupuk dan berbagai makanan ringan jenis oleh-oleh. Agar penumpangnya tetap nyaman, lantai dasar back mobil di pasangi kasur dan tas pakaian. Sehingga terlihat penuh seperti mengangkut kebutuhan logistik.

"Ada empat orang, dua di depan dan dua di belakang. Tetap kami imbau agar putar balik ke daerah asal keberangkatan," ujar Rifki.

Video penggerebekan mobil modifikasi untuk membawa penumpang mengecoh petugas itu pun viral di media sosial. Salah satunya diunggah di akun Instagram @infoserang.

[Gambas:Instagram]
Pelabuhan Merak sendiri sudah menutup layanan penumpang jalan kaki, sepeda motor, dan kendaraan baik yang dibeli daring (online) maupun langsung (offline) di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Pelabuhan Merak hanya melayani penyeberangan untuk angkutan logistik dan medis. Penyetopan sementara layanan itu berlaku hingga 31 Mei mendatang.

Bagi para pengguna jasa yang telah membeli tiket penyeberangan pada periode 27 April-31 Mei 2020 dapat melakukan pengembalian biaya tiket (refund) 100 persen dengan proses pengembalian maksimal 30 hari. Proses refund dapat dilakukan lewat pengajuan melalui www.ferizy.com atau menghubungi a ASDP di 08111-021-191 dan [email protected] (ynd/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK