"Untuk Indonesia, bila dilihat dari kurva kasus positif harian tampaknya masih terlalu dini untuk menyatakan ada tanda penurunan," kata Indah saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (30/4).
Suci mengamini penambahan 260 kasus pada 29 April cenderung kecil dibanding hari sebelumnya dengan penambahan 415 kasus. Akan tetapi, dia mengingatkan penambahan kasus di beberapa hari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelambatan juga bisa dilihat dari rasio jumlah kasus yang positif semakin mengecil dibanding jumlah orang yang diperiksa setiap harinya.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, hingga 29 April, ada 67.784 orang yang diperiksa spesimennya. Bertambah 5.240 dibanding hari sebelumnya.
Merujuk data tersebut, Indah menilai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tetap diperlukan guna memutus rantai penularan. Larangan mudik juga perlu dipertegas untuk menghindari penularan di luar daerah Jakarta.
Indah melihat jumlah kasus Covid-19 di Jakarta yang semakin menurun dikarenakan penerapan PSBB. Namun angka infeksi virus corona di DKI Jakarta masih cukup tinggi sehingga PSBB harus tetap dilakukan.
"Bila penduduk Jakarta yang angka infeksi masih cukup tinggi dibiarkan bepergian ke daerah-daerah lain yang angka infeksinya masih relatif lebih rendah, bisa terjadi peningkatan angka infeksi di daerah2 di luar Jakarta," ucapnya.
Lihat juga:Tambal Sulam Penanganan Corona di Indonesia |
"Khusus DKI perkembangan kasus positif telah mengalami perlambatan sangat pesat dan saat ini sudah mengalami flat," ujar Doni, Senin (27/4). (mln/bmw)