Reagen diketahui merupakan cairan untuk menguji tes Covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).
Selain keterlambatan distribusi reagen, waktu tunggu hasil tes yang lama juga menjadi kendala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Wiku, situasi itu turut berpengaruh pada jumlah pengujian tes yang dilakukan.
"Sudah ada 46 laboratorium di seluruh wilayah Indonesia yang aktif melakukan pengujian Covid-19," katanya.
Dari sejumlah pemberitaan menyebut, ketidaktersediaan kit reagen pemeriksaan tes PCR di NTT dinilai menghambat deteksi Covid-19. Gugus Daerah NTT mengaku masih menunggu impor reagen dari Korea Selatan yang dibagikan oleh Kementerian Kesehatan.
Selama belum ada reagen, pemeriksaan tes PCR dari NTT akan memakan waktu. Di sisi lain, pengiriman sampel swab hasil tes PCR juga terkendala karena tak ada layanan penerbangan imbas larangan mudik.
Pemerintah sendiri telah menargetkan agar jumlah tes PCR untuk mendeteksi covid-19 ditingkatkan menjadi 10 ribu per hari.
Target ini sempat disebut mustahil karena minim ketersediaan reagen maupun detektor PCR. (psp/osc)