Sebanyak 500 TKA asal China itu bakal bekerja di perusahaan pemurnian nikel PT Virtue Dragon Nickel Industry, di Morosi, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara.
"Presiden Jokowi segera keluarkan kebijakan khusus untuk menunda kedatangan TKA asal China itu," kata Ida dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sikap pempus (pemerintah pusat) seperti itu sangat-sangat disayangkan dan memprihatinkan. Terkesan terlalu mengistimewakan buruh asal China dan mengabaikan perasaan dan hak warga bangsa sendiri," ujarnya.
"Saya kira, umumnya jenis pekerjaan yang ada di investasi PMA mampu dikerjakan oleh warga bangsa sendiri, apalagi kategori buruh kasar," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Sultra Ali Mazi mengakui pemerintah pusat akan mendatangkan TKA asal China. Ali pun meminta rencana pemerintah untuk mendatangkan 500 TKI itu ditunda.
Ali mengingatkan kembali tentang demonstrasi penolakan masyarakat terhadap 49 TKA asal China di Sultra pada Maret lalu. Menurutnya, itu bisa saja terjadi kembali ketika 500 TKA asal China itu datang ke wilayahnya. (yoa/fra)