PSBB Surabaya Raya, Petugas Akan Lebih Represif Tindak Warga

CNN Indonesia | Sabtu, 02/05/2020 14:50 WIB
Petugas memeriksa dokumen kependudukan warga yang akan masuk ke Surabaya di Bundaran Waru, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/4/2020). Petugas gabungan memperketat akses masuk ke Surabaya dengan melakukan screening atau pemeriksaan kepada warga di hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya. ANTARA FOTO/Didik  Suhartono/foc. Gugus Tugas Covid-19 Jatim akan lebih represif menindak warga pelanggar PSBB Surabaya Raya. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya, CNN Indonesia -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur akan memperketat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik. Para pelanggar akan ditindak tegas.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono mengatakan petugas tak segan bertindak represif kepada masyarakat yang melanggar ketentuan selama penerapan PSBB di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

"Prinsipnya sekarang kami akan lakukan lebih represif," kata Heru, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (1/5) malam.


Heru menyatakan petugas akan bertindak tegas dan melakukan penjagaan ketat mulai hari ini, Sabtu (2/5). Misalnya, jika ada pengendara roda dua berboncengan, salah satunya wajib turun di lokasi.

"Demikian juga kendaraan roda empat, hanya boleh diisi satu baris satu penumpang," ujarnya.

Petugas, lanjut Heru, juga akan menindak tegas pengendara yang tak memakai masker. Menurut Heru, masyarakat yang melanggar aturan tersebut akan diminta untuk putar balik dan kembali ke rumahnya.

"Yang tidak pakai masker dikembalikan [diminta pulang]," katanya.

Infografis Yang Dilarang dan Tidak Saat PSBBFoto: CNN Indonesia/Timothy Loen
Infografis Yang Dilarang dan Tidak Saat PSBB
Lebih lanjut, Heru mengatakan pihaknya juga akan langsung membawa pengendara atau penumpang kendaraan umum dan mobil pribadi yang kedapatan memiliki suhu tubuh tinggi ke rumah sakit terdekat.

"Kalau yang di Surabaya, begitu suhu tubuhnya panas maka akan langsung dibawa ke Rumah Sakit Menur. Begitu juga di Gresik dan Sidoarjo, dan kami sudah koordinasi dengan RS di masing-masing kabupaten/kota," ujarnya.

Tak hanya itu, Heru menyebut petugas juga akan menutup fasilitas umum, cafe atau warung kopi yang tak taat protokol kesehatan tentang physical distancing, dengan masih menyediakan tempat duduk bagi pengunjung.

"Tadi Kasatpol PP Surabaya sudah menyampaikan bahwa seluruh fasilitas umum ditutup, mal juga begitu hanya berjualan kebutuhan obat dan kebutuhan makanan. Pasar juga begitu, sudah banyak yang akan ditutup," katanya.

Heru menambahkan masyarakat belum sepenuhnya mematuhi penerapan jam malam. Ia mengaku pihanya masih menemukan anak-anak bermain bola pada malam hari hingga warung kopi yang tetap buka hingga larut malam.

"Mulai besok kita akan lakukan dan malam ini mulai kita lakukan jam malam, melakukan operasi. Apabila ada warung yang masih buka langsung kita tutup," tuturnya.

Selama empat hari penerapan PSBB di Surabaya Raya, kasus positif virus corona masih terus meningkat sampai Jumat (1/5). Secara kumulatif pasien positif virus corona di Surabaya mencapai 496 pasien.

Sementara di Kabupaten Sidoarjo total pasien positif virus corona sebanyak 110 orang. Sedangkan Kabupaten Gresik memiliki total 30 pasien positif terinfeksi Covid-19. (frd/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK