Pandhe murid di SMA Kristen Dharma Mulya, Surabaya. Ia belum banyak melakukan aktivitas pagi tadi saat mendapat kabar baik bagi seluruh siswa kelas 12 itu.
Pria kelahiran 2002 itu merasa tak ada yang istimewa dari kelulusan sekolah di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku cukup sedih karena lulus di tengah pandemi virus corona. Saat masih duduk di bangku kelas 10, Pandhe yang hadir dalam wisuda kakak kelasnya mengaku memiliki mimpi bisa melakukan hal serupa.
Ketika itu, ia membayangkan bisa mengenakan jas, baju wisuda, memakai toga, hingga berfoto bersama keluarga.
Meskipun demikian, bagi Pandhe kelulusan di tengah corona tak sepenuhnya membuat dirinya bersedih. Ia menganggap virus corona membuat siasat tak belajar sebelum kelulusan menjadi tidak sia-sia.
"Jujur aja ya, aku enggak pernah belajar sama sekali selama di rumah. Dikasih tugas, PR, aku lihat temenku, abis itu baru ngirim. Gitu terus. Dan akhirnya UN enggak jadi. Ya enggak sia-sia lah aku enggak belajar," cerita Pandhe diselingi tawa.
Selain itu, kondisi ini membuat Pandhe memiliki waktu banyak untuk bermain alat musik. Ia bisa lebih leluasa mengasah kemampuan dalam memainkan bass dan gitar.
"Ini puji Tuhan aku dikasih kesempatan waktu yang panjang untuk mendalami skill ku. Jadi aku tiap hari udah yang dikerjakan musik tok," ujarnya.
Terpisah, Kepala SMA Negeri 25 Jakarta, Saryanti mengatakan tak ada prosesi wisuda maupun perpisahan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih diterapkan di DKI Jakarta.
Tahun ini seluruh 170 siswa kelas 12 SMA Negeri 25 Jakarta dinyatakan lulus.
"Kebetulan kami sudah ujian praktek. Sudah ujian sekolah juga, setengah digelar di sekolah, setengah daring. ujar Saryanti.
Ia mengatakan terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi siswa untuk lulus SMA. Siswa harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran.
Kemudian mengikuti ujian sekolah dengan nilai minimal 60 sampai 65. Selain itu, siswa juga harus memiliki sikap baik. Jika ada siswa yang tidak memenuhi kriteria tersebut, keputusan kelulusan akan dibahas kembali melalui rapat dewan pendidik.
Pengumuman kelulusan siswa SMP, SLB, program paket B atau sederajat akan diumumkan 5 Juni. Sementara kelulusan siswa SD, SLB, dan program paket A atau sederajat diumumkan 15 Juni mendatang. (fey/fra)