Relaksasi untuk melonggarkan aktivitas masyarakat di tengah penerapan PSB. Mahfud juga menyampaikan kelonggaran ini supaya masyarakat tak terkekang karena PSBB yang kemudian merasa tertekan.
"Kami tahu ada keluhan ini sulit keluar, sulit berbelanja dan sebagainya, sulit mencari nafkah dan sebagainya. Kami sedang memikirkan apa yang disebut relaksasi PSBB," kata Mahfud dalam tayangan langsung akun Instagram pribadinya dikutip Sabtu (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jabar Anggarkan Rp10,8 Triliun Atasi Corona |
"Misalnya rumah makan boleh buka dengan protokol begini, kemudian orang boleh berbelanja dengan protokol begini dan seterusnya. Ini sedang dipikirkan karena kami tahu kalau terlalu dikekang juga akan stress," ucap dia.
"Nah kalau stres itu imunitas orang itu akan melemah juga menurun. Oleh sebab itu kami memikirkan mari kerjakan ini semua secara sabar bersama-sama," katanya.
Lihat juga:Ratusan WNI dari Arab Saudi Dipulangkan |
"Kita harus saling sama-sama menjaga jangan biarkan ditulari orang lain jangan juga menulari orang lain. Nah itulah sekarang protokol yang diatur oleh pemerintah," kata Mahfud.
Pemerintah diketahui telah menerapkan PSBB sebagai upaya memutus mata rantai penularan corona di Indonesia.
Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah pertama yang menerapkan kebijakan itu atau sejak 10 April 2020 selama dua pekan, kemudian diperpanjang hingga 22 Mei.
Selain provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, kota-kota lain di Indonesia juga sudah menerapkan kebijakan yang sama. (ryh/eks)