Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, menyatakan persentase kematian masih cukup tinggi di Surabaya, Sidoarjo dan sebagian wilayah di Gresik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Angka kematian kita masih tinggi, 10 persen lebih, ini tinggi. Padahal batas untuk yang bisa diterima itu kurang dari 5 persen, kita masih 10 persen, trennya belum menunjukkan penurunan," katanya.
Ia menambahkan, angka kematian tertinggi dari 3 daerah yang menerapkan PSBB di Jatim tersebut masih didominasi oleh Surabaya. Di Kota Pahlawan tercatat ada 71 kasus kematian, lalu Sidoarjo 13 kematian, dan Gresik 5 kematian.
Karena tingginya angka mortalitas tersebut, ia mengatakan Jatim masih memerlukan upaya-upaya yang lebih signifikan lagi untuk penerapan PSBB di Jatim.
"Ini sudah hari ke-7 [PSBB] ya. Jadi tren mortalitas kita belum menunjukkan angka yang menyenangkan. Perlu upaya-upaya yang lebih kuat lagi. Upaya yang lebih signifikan lagi dari seluruh komponen yang ada di masyarakat tidak hanya dari pemerintah," ujarnya.
"Jadi upaya preventif terus digalakkan, upaya kuratif, demikian juga menambah rumah sakit, menambah jumlah tenaga kesehatan, training sudah dilakukan, penambahan sarana juga," kata dia.
Sementara itu, kasus positif Corona (Covid-19) di Jawa Timur, pada Senin (4/5) mencapai 1.124 orang. Sebanyak 817 pasien masih menjalani perawatan, 187 sembuh dan 120 lainnya meninggal dunia.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian |
Lalu Orang Dalam Pemantauan (ODP) tercatat ada 20.116 orang, yang masih dipantau 6.122 orang, selesai dipantau 13.927 orang, dan 67 orang lainnya meninggal dunia.
(frd/arh)
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian