"Jadwal pelaksanaan semester awal 2020/2021 agar tetap dilaksanakan sesuai dengan kalender akademik perguruan tinggi yang diberlakukan selama ini, dengan melakukan penyesuaian tertentu sesuai kebutuhan," ujarnya melalui konferensi video, Selasa (5/5).
Jamal menjelaskan keputusan ini diambil untuk menghindari penambahan biaya operasional perguruan tinggi. Penambahan biaya ini bisa terjadi jika semester genap 2019/2020 diperpanjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah sekitar 80 persen itu sudah registrasi. Kami menduga 20 persen itu [karena ingin mengajukan] pembebasan atau pengurangan UKT," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor Institut Seni Budaya Indonesia di Aceh, Mirza Ibrahim Hasan mengatakan ada beberapa kendala yang didapati pihaknya ketika pendaftaran ulang. Salah satunya terkait mahasiswa yang tak punya jaringan internet.
Mirza mengatakan sejumlah Pemerintah Daerah akhirnya membuatkan gubuk bagi warga yang ingin mencari sinyal karena kendala jaringan.
Namun begitu, pihaknya berupaya melakukan pembelajaran daring. Kebanyakan kelas digelar melalui konferensi video melalui aplikasi WhatsApp.
"Karena masyarakat Aceh perekonomian tidak sama dengan daerah lainnya. Kalau pakai aplikasi zoom mahasiswa sering komplain soal paket [internet]. Jadi kita ganti pakai video call WhatsApp," tambahnya.
Rektor Institut Pertanian Bogor Arif Satria menyatakan sudah menyiapkan skenario PJJ untuk semester ganjil 2020/2021. Yakni pembelajaran dilakukan sepenuhnya daring jika kondisi belum normal sampai akhir tahun.
Kemudian, pembelajaran daring sampai masa Ujian Tengah Semester. Jika kondisi sudah memungkinkan, usai UTS mahasiswa bisa datang ke kampus.
Dan ketiga pembelajaran bisa dilakukan di kampus jika situasi wabah corona membaik dalam waktu dekat ini.
Sebagian besar PTN mulai merumahkan kegiatan kampus sejak wabah virus corona. Seleksi masuk PTN sendiri masih berjalan dengan jadwal dan protokol yang disesuaikan. (fey/wis)