Ajudan Wagub Kembali Positif Usai Sembuh, Kasus Pertama Sumut

CNN Indonesia | Rabu, 06/05/2020 10:22 WIB
Perawat dengan mengenakan pakaian APD (Alat Pelindung Diri) berupa baju Hazmat (Hazardous Material) melayani pasien kedua suspect (terduga penderita) COVID-19 (Corona Virus Desease) di kamar isolasi khusus RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (4/3/2020). Pasien perempuan berlatar belakang buruh migran dengan inisial DS (41) dinyatakan suspect COVID-19 sehingga harus menjalani perawatan khusus di kamar isolasi Ruang Pulmonary RSUD dr. Iskak karena menderita flu dan radang tenggorokan disertai demam tinggi dengan riwayat baru melakukan perjalanan ke negara yang terpapar wabah virus Corona, yakni ke China pada 15-25 Februari 2020,  Hongkong pada 25-26 Februari 2020, dan tiba Indonesia pada 27 Februari 2020. ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/ama. Ilustrasi perawat dengan pakaian APD merawat pasien kedua Covid-19. (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
Medan, CNN Indonesia -- Ajudan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah (Ijeck), Ory, kembali harus menjalani perawatan isolasi karena dinyatakan positif lagi virus corona (Covid-19).

Sebelumnya, Ory dinyatakan sudah sembuh atau negatif covid-19 berdasarkan hasil tes swab pada 6 April 2020. Namun, pada tes selanjutnya, hasil yang keluar pada 4 Mei 2020, Ory kembali dinyatakan positif Covid-19 sehingga dijemput tim medis untuk perawatan isolasi.

"Bisa jadi reaktivasi dan reinfeksi. Tapi, kemungkinan yang terdekat reinfeksi, penyebabnya dia terinfeksi lagi," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah, Medan, Rabu (6/5).


Reaktivasi adalah masih ada virus dalam tubuh pasien yang tidak terdeteksi dan kembali aktif. Sedangkan reinfeksi merupakan terpaparnya kembali pasien yang sudah sembuh sehingga menyebabkan sakit.

"Tertular dari mana, nanti tim PE (Penyelidikan Epidemiologi) yang melacaknya. Kayaknya setelah dia pulang ke Aceh, habis itu dia balik ke Medan, setelah itu dilakukan swab, dia balik lagi ke Aceh. Nah, kemudian dia dinyatakan positif," kata Aris.

Kasus reaktivasi dan reinfeksi yang dialami Ajudan Wagub Sumut merupakan yang kali pertama terjadi di Sumut, dan masih didapati langka di Indonesia. Saat dinyatakan positif kembali, Ory juga tidak mengalami gejala Covid-19.

"Kalau di Sumut, ini kasus yang pertama (positif kembali). Bahkan dia (Ory) termasuk OTG (orang tanpa gejala)," kata Aris.

Aris menambahkan varian virus Covid-19 pada tubuh Ory bisa jadi berbeda dengan sebelumnya.

"Varian virusnya bisa jadi berbeda dengan sebelumnya, bisa jadi ada perubahan varian. Apalagi virus corona terus bermutasi," kata dia.

Reaktivasi atau reinfeksi, menurut Aris, dapat terjadi, dimana orang yang positif kemudian dinyatakan sembuh dan dapat kembali positif Covid-19 seperti yang dialami Ajudan Wakil Gubernur Sumut ini.



"Reaktivasi atau reinfeksi kemungkinan besar bisa terjadi, lantaran paparan Covid-19 masih sangat tinggi. Untuk itu masyarakat diminta paham dengan fase dan alur Covid-19 bekerja," ujarnya.



Pada umumnya, lanjut Aris, rata-rata virus bertahan sampai hari ke-20. Setelah antibodi timbul dan matang, sejak hari ke-10 jumlah virus akan menurun drastis. Kemudian, hari ke-14 jumlah virus tinggal sedikit dan benar-benar bersih pada hari ke-20.



"Namun, pada kasus ekstrem dimana virus dapat bertahan sampai 28 hingga 37 hari setelah kontak. Jika mau aman, gunakan prinsip 2 kali 20 hari atau enam pekan. Untuk itu lah, kenapa isolasi sangat penting untuk memastikan virus benar-benar sudah hilang dan tidak menularkan ke orang lain," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Ory terkonfirmasi positif Covid-19 setelah sempat sembuh. Sebelum dinyatakan positif kembali, dia pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Kemarin, Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Bireuen, Husaini mengatakan, sebelumnya Ory pernah dirawat di Rumah Sakit Adam Malik Medan karena terkonfirmasi positif corona. Namun, pada 6 April 2020, ia dinyatakan sembuh.

Setelah itu pasien melakukan karantina mandiri di rumahnya di Medan. Setelah lewat masa karantina, ia kembali di tes swab sebelum pulang ke Bireuen. Hasilnya keluar pada Senin (4/5) malam, dan ia dinyatakan kembali positif corona. Sehingga pihaknya, menjemput pasien buat dikembalikan ke Medan, guna dirawat lebih lanjut.

Husaini mengatakan pasien tak melapor ke kepala dan petugas desa di kampung halamannya ketika pulang dari Medan. Menurut Husaini, Ory tidak melapor karena merasa dirinya sudah sembuh total.

Husaini juga membantah selama dua hari di Bireuen, OR berkeliaran di warung kopi. Ia membantah dari foto OR yang viral sedang menyeruput kopi bersama temannya.

"Bukan, itu bukan foto saat dia pulang dua hari lalu," ujar Husaini. (fnr/kid)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK